Islamic Education and Socio-Cultural Development in Educational Institutions

  • Firman Mansir Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Abstract

Religious and socio-cultural education is inseparable in peoples lives. Educational cultural proximity to religion and socio-cultural development become two interrelated and mutually needy sides in solving social problems of society. This research shows that there is a relationship between religious and cultural education that is interrelated, giving birth to changes and responding to the rapid development of the times, thus ushering in a reality of religious life that is full of educational values without losing the local culture. The success of a nation can be seen and measured by the younger generation of its nation in the present and the future. Regarding religious education with culture, it is hoped that there will be the best results from a new generation and have potential with good quality, who can develop the knowledge they have and apply it well in the fabric of education, society, and culture. Thus, religious and socio-cultural education provides answers to various problems in the social development of budaya to religion in the context of educational institutions, be it in schools or madrasas.


Pendidikan Agama Islam dan sosial budaya tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat. Pendekatan kultural edukatif terhadap agama dan perkembangan sosial budaya menjadi dua sisi yang saling terkait dan saling membutuhkan dalam memecahkan persoalan sosial masyarakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pendidikan Agama Islam dan budaya yang saling berkaitan, dengan melahirkan perubahan serta merespon berkembangnya zaman yang semakin pesat, sehingga mengantarkan pada sebuah kenyataan kehidupan beragama yang sarat dengan nilai-nilai pendidikan tanpa menghilangkan budaya setempat. Berhasilnya suatu bangsa dapat dilihat serta diukur dari generasi muda bangsanya pada masa kini serta pada masa yang akan datang. Dalam hubungannya Pendidikan Agama Islam dengan budaya, sangat diharapkan adanya hasil terbaik dari generasi yang baru dan memiliki potensi dengan kualitas yang baik, yang mampu untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang dimiliki dan mengaplikasikannya dengan baik dalam jalinan pendidikan, sosial dan budaya. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam dan sosial budaya memberi jawaban dari berbagai permasalahan dalam perkembangan sosial budaya terhadap agama dalam konteks lembaga pendidikan, baik itu di sekolah maupun madrasah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afista, Y., Hawari, R., & Sumbulah, U. (2021). Pendidikan multikultural dalam Transformasi Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia. Evaluasi: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(1), 128–147.
Anggadwita, G., Luturlean, B. S., Ramadani, V., & Ratten, V. (2017). Socio-cultural environments and emerging economy entrepreneurship: Women entrepreneurs in Indonesia. Journal of Entrepreneurship in Emerging Economies.
Arif, M. (2012). Pendidikan Agama Islam Inklusifmultikultural. Jurnal Pendidikan Islam, 1(1), 1–18.
Febrianto, M. V. (2022). Kontestasi Spiritualitas Sebagai Pendekatan Baru Kepemimpinan Pesantren. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 8(2), 699–704.
Mansir, F. (n.d.). The Response of Islamic Education to the Advancement of Science in The Covid-19 Pandemic Era in The Islamic Boarding Schools. Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 8(1), 20–27.
Mansir, F. (2021). Aktualisasi Pendidikan Agama dan Sains dalam Character Building Peserta Didik di Sekolah dan Madrasah. J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 7(2).
Mansir, F. (2021). Analisis Model-Model Pembelajaran Fikih yang Aktual dalam Merespons Isu Sosial di Sekolah dan Madrasah. Tadibuna: Jurnal Pendidikan Islam, 10(1), 88–99.
Mansir, F. (2021). Interconnection of Religious Education and Modern Science in Islamic Religious Learning. Edukasi: Jurnal Pendidikan Islam (e-Journal), 9(2), 229–237.
Mansir, F. (2021). The Urgency of Children Education in Preventing Mass Ignorance in Indonesia. Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian Dan Kajian Kepustakaan Di Bidang Pendidikan, Pengajaran Dan Pembelajaran, 7(4), 810–821.
Mansir, F. (2021). The Urgency of Fiqh Education and Family Role in The Middle of Covid-19 Pandemic For Students In School and Madrasah. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 4(1), 1–10.
Mansir, F. (2021). The Leadership of Parent and Teacher in 21st Century Education. International Conference on Sustainable Innovation Track Humanities Education and Social Sciences (ICSIHESS 2021), 110–115.
Mansir, F., & Kian, L. (2021). Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Agama Islam dalam Konteks Kehidupan Beragama. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 4(3), 250–263.
Mansir, F., & Syarnubi, S. (2021). Guidance And Counseling: The Integration of Religion And Science In 21st Century For Character Building. At-Tarbiyat: Jurnal Pendidikan Islam, 4(2).
Mansir, F., & Wadham, B. (2021). Paradigm of HAR Tilaar Thinking About Multicultural Education in Islamic Pedagogy and Its Implication in the Era Pandemic Covid-19. Cendekia: Jurnal Kependidikan Dan Kemasyarakatan, 19(2).
Nur, I. (2018). Eksistensi Lembaga Pendidikan Islam dalam Meretas Potensi Konflik Sosial Budaya. Al-Riwayah: Jurnal Kependidikan, 10(1), 219–242.
Nurmiyanti, L. (2018). Pendidikan Agama Islam Sebagai Pondasi Sosial Budaya dalam Kemajemukan. Istighna: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 1(2), 62–85.
Purwanto, M. R., & Rahmah, P. J. (2021). A Study on Nglanggeran Kampung Pitu: Sociologically and Anthropologically Perspectives. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 7(4), 45–50.
Qolbi, S. K., & Hamami, T. (2021). Impelementasi Asas-asas Pengembangan Kurikulum terhadap Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(4), 1120–1132.
Suharto, T. (2017). Indonesianisasi Islam: Penguatan Islam Moderat dalam Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia. Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam, 17(1), 155–178.
Turaev, A. S. (2020). The Ideology of Neo-Conservatism: The Role of Socio-Cultural Factors. ПЕДАГОГИКА. ПРОБЛЕМЫ, ПЕРСПЕКТИВЫ, ИННОВАЦИИ, 29–31.
Ugwu, N. U., & de Kok, B. (2015). Socio-cultural factors, gender roles and religious ideologies contributing to Caesarian-section refusal in Nigeria. Reproductive Health, 12(1), 1–13.
Yasmin, M., & Sohail, A. (2018). Socio-cultural barriers in promoting learner autonomy in Pakistani universities: English teachers beliefs. Cogent Education, 5(1), 1501888.
Yunus, Y. (2020). Sosial-Budaya: Harmonisasi Agama dan Budaya dalam Pendidikan Toleransi. Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora, 8(2), 1–26.
Zafi, A. A. (2018). Transformasi Budaya Melalui Lembaga Pendidikan (Pembudayaan dalam Pembentukan Karakter). Al Ghazali, 1(1), 1–16.
Zamani-Farahani, H., & Musa, G. (2012). The Relationship Between Islamic Religiosity and Residents Perceptions Of Socio-Cultural Impacts of Tourism In Iran: Case Studies of Sarein and Masooleh. Tourism Management, 33(4), 802–814.
Zulaikhah, S. (2019). Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pendidikan Agama Islam Dsi SMPN 3 Bandar Lampung. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 10(1), 83–93.
Published
2022-08-09
How to Cite
MANSIR, Firman. Islamic Education and Socio-Cultural Development in Educational Institutions. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, [S.l.], v. 8, n. 3, p. 729-736, aug. 2022. ISSN 2656-940X. Available at: <https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/901>. Date accessed: 28 sep. 2022. doi: https://doi.org/10.32884/ideas.v8i3.901.