Upaya Borneo Historical Community (BHC) dalam Mengenalkan Situs Bersejarah di Kota Banjarmasin

  • Sriwati Sriwati Universitas Lambung Mangkurat
  • Rochgiyanti Rochgiyanti Universitas Lambung Mangkurat
  • Helmi Akmal Universitas Lambung Mangkurat
  • Fathurrahman Fathurrahman Universitas Lambung Mangkurat
  • Jamaludin Jamaludin Universitas Lambung Mangkurat

Abstract

Borneo Historical Community (BHC) is a history lover community that was founded on November 10, 2019 in Banjarmasin City. Departing from the awareness of the importance of history, this community exists to preserve and instill historical values ​​into the community. Various efforts have been made by BHC to achieve its goals, one of which is through visits to historical sites in the city of Banjarmasin. The purpose of the study was to find out how BHCs efforts were in introducing historical sites in the city of Banjarmasin. The method used in this study uses historical methods consisting of heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The results showed that BHC made several efforts in order to introduce historical sites in the City of Banjarmasin, including: (1) conducting a survey to obtain information about historical sites in the City of Banjarmasin, (2) making a guide book containing historical sites in the city of Banjarmasin, and (3) conducting guide training for interested BHC members

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amin, M. (2022). Pelatihan Merancang dan Membuat Buku Panduan Situs Bersejarah di Kota Banjarmasin. Banjarmaisn.
Bakri. (2020). Beulangong Tanoh, Komunitas Milenial Peduli Sejarah. Retrieved July 21, 2022, from Serambinews.com website: https://aceh.tribunnews.com/2020/01/31/beulangong-tanoh-komunitas-milenial-peduli-sejarah
Fatimah, F., & Marini, M. (2022). Faktor Penghambat Harmonisasi Masyarakat Banjar pada Budaya Sungai dalam Perspektif Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Budaya. Journal of Moral and Civic Education, 6(1), 135–149.
Gazalba, S. (1981). Pengantar Ilmu Sejarah Sebagai Ilmu. Jakarta: Bhratara.
Hamid, A. R., & Madjid, M. S. (2011). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Ombak.
Herlambang, Y. (2014). Participatory Culture dalam Komunitas Online sebagai Reperesentasi Kebutuhan Manusia. Jurnal Teknologi Informasi & Komunikasi (Tematik), 2(1), 61–71.
Hermawan, K. (2008). Arti Komunitas. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Hugiono, & Poerwantana, P. K. (1992). Pengantar Ilmu Sejarah. Jakarta: Rineka Cipta.
Janwar, W. (2020). Lingkar, Komunitas Peduli Sejarah dan Budaya. Retrieved July 21, 2022, from Identitas website: https://identitasunhas.com/lingkar-komunitas-peduli-sejarah-dan-budaya/
Kartodirdjo, S. (2005). Sejak Indische Sampai Indonesia. Jakarta: Kompas.
Kuntowijoyo. (2013). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Mansyur, M., & Effendi, R. (2022). Inventarisasi Makam Sultan Banjar Di Kawasan Lahan Basah Kesultanan Banjar Tahun 1526-1860. Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah, 7(3).
Nugroho. (2019). Komunitas Solo Societeit Dorong Anak Milenial Kenal Sejarah Kota.
Nursalsabillah, A. (2019). Menjelajah Sejarah Bandung Bersama Komunitas Aleut. Retrieved February 21, 2022, from detikNews website: https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-4613348/menjelajah-sejarah-bandung-bersama-komunitas-aleut
Prawitasari, M., Subroto, W., Fathurrahman, F., Rochgiyanti, R., & Yanti, I. D. M. (2021). Dissemination of village archive management as a historical source. Community Empowerment, 6(12), 2213–2219. https://doi.org/10.31603/ce.5531
Purwanto, B. (2020). Mengapa Indonesia Memerlukan Ilmu Sejarah? Beberapa Gagasan untuk HilirisasiHistoriografi. Bakti Budaya, 3(1), 4–19.
Rezaldy, M. R. (2022). Pelatihan Menjadi Pemandu (Guide) untuk Memperkenalkan Situs Bersejarah di Kota Banjarmasin.
Rivai, V. (2005). Performance Appraisal. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
Rochgiyanti, R. (2015). Bangunan Peninggalan Belanda di Kota Banjarmasin. Prosiding Seminar Nasional Dan Pertemuan Asosiasi Pendidik Dan Peneliti Sejarah, 376–383.
Saleh, M. I. (1993). Lukisan Perang Banjar. Banjarmasin: Museum Kaalimantan Selatan.
Syahyuti, S. (2005). Pembangunan Pertanian Dengan Pendekatan Komunitas : Kasus Rancangan Program Prima Tani. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 23(2). https://doi.org/https://dx.doi.org/10.21082/fae.v23n2.2005.102-115
Undang-Undang Republik Indonesia. (2010). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya.
Une, D. (2022). Kompetensi dan Wawasan Kesejarahan Guru dalam Mata Pelajaran di SMA Kota Gorontala. Jurnal Ideas, 8(1), 513–520. https://doi.org/10.32884/ideas.v8i2.781
Warsito. (2012). Tempat-Tempat Dimana Ditemukan Peninggalan- Peninggalan Sejarah Antropologi Budaya. Yogyakarta: Ombak.
Wasilia, T. (2020). Kenal Lebih Dekat, Ini Dia 3 Komunitas Pecinta Sejarah! Retrieved February 21, 2022, from sahabatsicepat.com website: https://sahabatsicepat.com/kenal-lebih-dekat-ini-dia-3-komunitas-pecinta-sejarah/
Wasino. (2007). Dari Riset Hingga Tulisan. Semarang: Universitas Negeri Semarang Press.
Yosal, I. (2004). Community Relations: Konsep dan Aplikasinya. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Published
2022-11-10
How to Cite
SRIWATI, Sriwati et al. Upaya Borneo Historical Community (BHC) dalam Mengenalkan Situs Bersejarah di Kota Banjarmasin. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, [S.l.], v. 8, n. 4, p. 1247-1256, nov. 2022. ISSN 2656-940X. Available at: <https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/1011>. Date accessed: 03 dec. 2022. doi: https://doi.org/10.32884/ideas.v8i4.1011.