Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Pelajaran Kewirausahaan Materi Prosedur Pengurusan Izin Usaha Melalui Metode Mind Mapping Pada Siswa Kelas XII TKJ SMK Negeri Model Gorontalo Tahun Ajaran 2017/2018
Abstract
Proses pembelajaran pada siklus I mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan studi awal pembelajaran. Proses pembelajaran pada studi awal aktivitas dan motivasi siswa belum muncul, hal ini disebabkan pembelajaran masih konvensional. Penyampaian informasi hanya dengan metode ceramah saja.
Penulis yakin mereka akan dengan mudah menerima pelajaran yang diberikan guru kepada siswa. Bukan hanya itu, kemampuan logika anak akan lebih berkembang ketimbang mereka harus menghafal kata demi kata dan kalimat demi kalimat. Metode pengajaran/pemberlajaran yang dapat mengoptimalakan kedua belah sisi otak manusia tersebut adalah metode mind mapping (Peta Pikiran). Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan mengambil judul “Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Pelajaran Kewirausahaan Materi Prosedur Pengurusan Izin Usaha Melalui Metode Mind mapping pada Siswa kelas XII TKJ SMK Negeri Model Gorontalo Tahun Ajaran 2017/2018”
Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan pada BAB terdahulu, maka peneliti membuat kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan di SMK Negeri Model Gorontalo yaitu: “Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Pelajaran Kewirausahaan Materi Prosedur Pengurusan Izin Usaha Melalui Metode Mind mapping pada Siswa kelas XII TKJ SMK Negeri Model Gorontalo Tahun Ajaran 2017/2018”.
Hasil akhir dari penelitian ini adalah dengan permasalahan yang sangat spesifik sekali yaitu perilaku kurangnya Prestasi Belajar Siswa , maka dalam proses dan jangka waktu yang tidak pendek, metode pembelajaran peta konsep tersebut berdampak positif bagi siswa yaitu siswa yang tersebut bisa meningkatkan Prestasi Belajar Siswa. Terbukti pada perolehan hasil belajar siswa yang terus meningkat dari pra siklus hingga siklus 2. Pada pra siklus di mana pembelajaran masih menggunakan metode ceramah siswa yang mampu tuntas belajar hanya sejumlah 9 siswa, kemudian pada siklus 1 peneliti menerapkan metode pembelajaran peta konsep, dan hasil dari siklus 1 adalah terdapat 14siswa yang tuntas belajar. Pada siklus 2 masih dengan metode pembelajaran peta konsep maka seluruh siswa kelas XII TKJ yang berjumlah 21 siswa, yang dapat mencapai ketuntasan belajar adalah 19 siswa
Downloads
References
Dimyati dan Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Gafur A. 2010. Pedoman Penyusunan Materi Pembelajaran (Instructional Material. Jakarta:Depdiknas
Hamalik, Oemar. 2006. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara
Mulyasa E. 2006. Kurikulum Yang Disempurnakan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Panen, P & Purwanto, 2007. Penulisan Bahan Ajar. Jakarta: Ditjen Dikti Depdikbud.
Reigeluth, C.M. Merril MD. 2010. Classes of Instructional Variables Educational Technology.
Rusman. (2012). Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer Mengembangkan Profesionalisme Guru Abad 21. Bandung: ALFABETA
Sudjana, Nana. 2013. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algensido Offset.
Sudjana, Nana. 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. (Cet. XV). Bandung: PT. Ramaja Rosdakarya.
Djamarah dan Zain 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Hernowodunia. 2007. “Buka Pikiran dengan Mind Mapping.”
http://ivanbatara.wordpress.com/../buka-pikiran-dengan-mind-mapping
Higgard dan Sanjaya 2007. Belajar dan Pembelajaran . Jakarta : Rineka Cipta.
Mulyasa, E. 2008. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: Remaja RosdaKarya Offset.
Nurgiyantoro, Burhan. 2010. Penilaian Pembelajaran Bahasa Berbasis Kompetensi.Yogyakarta: BPFE.
Nurhadi 2004. Psikologi Pendidikan. Bandung : Remaja Rosda Kary
Purwanto . 2004. Psikologi Pendidikan . Bandung : Remaja Rosda Karya.
Soejadi 2000. Belajar dan Pembelajaran . Jakarta : Rineka Karya.
Sujana 2001. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung Remaja Rusda Karya.
Wycoff, Joyce. 2003. Menjadi Super Kreatif melalui Metode Pemetaan Pikiran.Bandung: Kaifa.


