Meningkatkan Kemampuan Membuat Kalimat Tanya melalui Model Pembelajaran Make A Match pada Siswa Kelas VIIID SMP Negeri 1 Botupingge Tahun Pelajaran 2018-2019
Abstract
Penelitian ini difokuskan pada upaya meningkatkan kemampuan membuat kalimat tanya melalui model pembelajaran Make A Match pada siswa kelas VIIID SMP Negeri 1 Botupingge. Rumusan masalah yang dikemukakan adalah: ”Apakah kemampuan membuat kalimat tanya melalui model Make A Match pada siswa kelas VIIID SMP Negeri 1 Botupingge dapat meningkat?”Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membuat kalimat tanya melalui model Make A Match pada siswa kelas VIIID SMP Negeri 1 Botupingge. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang disusun dengan desain: perencanaan, tindakan/pelaksanaan, observasi, dan refleksi dan desain tersebut dilaksanakan dalam dua siklus yaitu setiap siklus dilaksanakan satu kali tatap muka.
Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIID SMP Negeri 1 Botupingge Semester 1 Tahun Pelajaran 2018/2019, yakni berjumlah 22 orang. Untuk keperluan pengumpulan data tentang proses dan hasil yang dicapai digunakan lembar pengamatan KBM, lembar hasil belajar siswa, lembar penilaian kinerja kelompok, lembar informasi balikan siswa, dan jurnal kegiatan mengajar guru (peneliti). Indikator kinerja kemampuan siswa ditetapkan berdasarkan batas ketuntasan minimal yang ditetapkan oleh sekolah, yakni apabila 85% siswa telah mencapai criteria ketuntasan minimal kompetensi hasil belajar siswa sebesar minimal 72.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)Rata-rata kemampuan kelas pada pratindakan yang hanya mencapai 69,09 (kategori sedang) menjadi 74,27 (kategori sedang) pada siklus I, dan meningkat menjadi 81,91 (kategori tinggi) pada siklus II.
(2)Persentase ketuntasbelajaran klasikal pada pratindakan hanya mencapai 59,09%, menjadi 77,27% pada siklus I dan 90,91% pada siklus II (3)Sebagain besar siswa (90%) tertarik dan merasakan banyak manfaat bila pembelajaran membuat kalimat tanya dilaksanakan melalui model pembelajaran Make A Match karena adanya perubahan sikap dalam mengikuti proses belajar mengajar, misalnya bersemangat dan percaya diri, berani mengajukan pertanyaan, dan berani menjawab pertanyaan dari guru.
Dengan demikian hipotesis tindakan dalam penelitian ini, yakni pembelajaran melalui model pembelajaran Make A Match dapat meningkatkan kemampuan membuat kalimat tanya siswa kelas VIIID SMP Negeri 1 Botupingge diterima.
Downloads
References
Alwi, Hasan. 1999. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Arifin, Zaenal dan S. Amran Tasai. 2000, Cermat Berbahasa Indonesia (untuk Perguruan Tinggi), Jakarta: Akademika Presindo.
Depdiknas. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Depdiknas. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi Sekolah Menengah Pertama Mata Pelajaran Bahasa Inggris. Jakarta. Dirjen Dikdasmen.
Supraptiningsih. 2005. Pembelajaran Bermakna (Meaningfull Learning): Makalah Disampaikan dalam Diklat Tk. Menengah Guru Bahasa Indonesia SMP Tanggal 18 Februari s.d. 1 Maret 2005. Jakarta: PPPG Bahasa.
Finoza, Lamuddin. 1997. Kemahiran Berbahasa Indonesia (untuk Mahasiswa NonJurusan Bahasa). Jakarta: Mawar Gempita.
Keraf, Gorys. 1983, Komposisi (Sebuah Pengantar Kemahiran Berbahasa), Ende Flores: Nusa Indah.
Mulyana, Deddy. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatitf (Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sadiman, Arif, et.al. 2003. Media Pendidikan (Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya). Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sakri, Adjat. 1988. Kalimat Sebagai Unsur Paragraf (Makalah Penataran Calon Penulis Buku Ajar). Denpasar.
Sugono, Dendy. 1995. Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: Puspa Swara.
Suyatno. 2004. Teknik Pembelajaran Bahasa dan Sastra. Surabaya: SIC.
----------. 2005. Permainan Pendukung Pembelajaran Bahasa. Surabaya: SIC.
Sukirno, S. 1986. Strategi Belajar Mengajar Bahasa Inggris. Jakarta: Kanisius.
Wiriaatmadja, Rochiati. 2005. Metode Penelitian Tindakan Kelas (untuk Meningkatkan Kinerja Guru dan Dosen). Bandung: Remaja Rosdakrya.

