Implementasi Nilai-Nilai Islam dalam Tradisi Brokohan Masyarakat Babadan, Patianrowo, Nganjuk
Abstract
Penelitian ini terfokus pada nilai-nilai Islam, unsur-unsur ritual dan sajian yang terkandung dalam tradisi brokohan. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dan pendekatan antropologi budaya yang membahas terkait hubungan timbal balik manusia (human) dengan kebudayaan (cultur). Seperti halnya tradisi brokohan di Babadan yang merupakan hasil kreasi masyarakat Babadan. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang dapat menghasilkan data berupa ucapan, perilaku, atau tulisan yang dapat diamati dari pelaku itu sendiri. Kemudian dapat mengungkapkan atau memberikan gambaran mengenai fenomena yang baru dipahami maupun yang belum dipahami sama sekali. Hasil dari penelitian ini ialah adanya nilai-nilai Islam yang terkandung dalam brokohan diantaranya ialah nilai aqidah yang merupakan ekspresi rasa syukur atas semua anugerah yang diberikan oleh Allah SWT. Nilai ibadah merujuk pada doa-doa yang dilakukan untuk menyembah Allah SWT. Nilai amaliah, masyarakat senantiasa beramal dengan memberikan sedekah kepada sesama. Nilai ukhuwah Islamiyah, melibatkan banyak orang dalam menjalin hubungan silaturahmi yang erat. Nilai dakwah, yakni menyampaikan ajaran-ajaran Islam kepada orang-orang yang hadir.
Downloads
References
Basrowi dan Suwandi. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta.
Basyir, Ahmad Azhar. 1993. Hukum Adat Bagi Umat Islam. Yogyakarta: Fakultas UII.
Bauto, Laode Monto. 2014. Perspektif Agama dan Kebudayaan dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia (Suatu Tinjauan Sosiologi Agama). Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, Volume. 23, No. 2.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 1997. Adat Istiadat Daerah Jawa Timur. Jakarta: Proyek Penelitian Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan Daerah.
Fuchan, Arif. 1992. Pengantar Metode Kualitatif. Surabaya: Usaha Nasional.
Harianto, Eko. 2004. Sejarah Kejawen. Yoyakarta: PT.Gramedia Cakra.
Jaka Budiman, Rizky Daniaty Harahap, dan Robert Sibarani. 2020. Tradisi Lisan Brokohan/ Bancaan “Ritual Setelah Melahirkan” pada Masyarakat Jawa di Kota Medan Kecamatan Medan Sunggal Kelurahan Tanjung Rejo (Pendekatan Antropolinguistik). Talenta, Volume 2, No. 2.
Kusumo. 1991. Tradisi dan Sosial. Surabaya: CV. Kencana Sakti.
Mawardi. 2009. Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, Ilmu Budaya Dasar (IAD-ISD-IBD). Bandung. CV. Pustaka Setia.
Muhsin, Imam. 2018. Tafsir Sebagai Strategi Kebudayaan. Yogyakarta: Semesta Aksara.
Rahel Elsa Dwi Putri, Riani Purwaningsih, Alrohma Nikmawati Triasroza, dan Darmadi. 2022. Budaya Brokohan Kelahiran Bayi di Desa Jatirejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP). Volume 5, No. 2.
Soekamto, Soerjono. 1999. Kamus Sosiologi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Wawancara dengan Agus Supandi, tanggal 1 Juni 2023, pukul 09:00 WIB.
Wawancara dengan Afiluddin, tanggal 1 Juni 2023, pukul 17:37 WIB.
Wawancara dengan Enik Siswaningsih, tanggal 1 Juni 2023, pukul 20:15 WIB.
Wawancara dengan Guntur Achmad, tanggal 3 Juni 2023, pukul 14:40 WIB.
Wawancara dengan Heni, tanggal 1 Juni 2023, pukul 20:30 WIB.
Wawancara dengan Ibnu Mubasyiron, tanggal 2 Juni 2023, pukul 16:00 WIB.
Wawancara dengan Khusnul Fadillah, tanggal 23 Mei 2023, pukul 07:19.
Wawancara dengan Lamidi, tanggal 1 Juni 2023, pukul 10:25 WIB.
Wawancara dengan Nikmatun, tanggal 1 Juni 2023, pukul 10:05 WIB.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

