Model Gelis Produktif di SMA Negeri 2 Limboto

  • Ester Erents Yunginger SMAN 2 Limboto

Abstract

Model Gelisproduktif sangat efektif diterapkan di SMA Negeri 2 Limboto dalam rangka men-suport aktivitas literasi siswa. Beragam produk literasi siswa merupakan tujuan hasil kajian dalam tulisan ini. Tulisan ini merupakan survei pelaksanaan gerakan literasi sekolah dengan menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Temuan dalam penelitian ini, yaitu pertama, siswa kelas XII memiliki daya pikir dan motivasi yang berpikir sistematik dalam memproduksi ulasan-ulasan yang lengkap. Kedua, daya tarik terhadap konten dan desain bacaan berbeda setiap tingkat kelas. Kelas XII lebih tertarik pada bacaan ilmiah, kelas XI, dan kelas Xlebih tertarik pada ragam keterampilan, teknologi, dan keterampilan. Ketiga, kreativitas siswa dalam membuat ulasan dapat berupa gambar, ulasan tertulisan, dan ulasan lisan. Keempat, model gelisproduktif mendukung pembentukan karakter siswa salah satunya meminimalisir kejenuhan belajar siswa dan mengalihkan kenakalan siswa menjadi produktif dan bermakna. Pada hakikatnya,model gelis produktif dapat diimplementasikan di sekolah lain dengan menambahkan ragam bahan bacaan dan juga pengawasan serta bentuk asesmennya sebagai bentuk evaluasi program.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Beers, C. S. (2009). A Principal’s Guide to Literacy Instruction. Guilford Press,New York.

Cramer, N. 2014. Supporting Literacy through the Visual and Communicative Arts: Building Momentum in Literacy for 21st Century Digital Learners. Texas Association for Literacy Education. Volume 2, pp. 62-77. ISSN: 2374-0590.

Cullinan, B.E. (2000). Independent Reading and School Achievement. School Library Media Research; New York University. Volume 3. ISSN: 1523-4320.

Faizah, D.U. (2016). Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar. Jakarta.

Free, W.P. (2004). Pictures and Words Together: Using Illustration Analysis and Reader Generated Drawings to Improve Reading Comprehension. The Florida State University School of Visual Arts and Dance.(Disertasi).

Hayat, B; Yusuf, S. (2010). Benchmark Internasional Mutu Pendidikan.Jakarta:Bumi Aksara.

Johnsson, E. (2006). A guide to developing effective storytelling programmers for museums. London Museums Hub.

Kemendikbud. (2016). Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. E-book (Diakses tanggal 15 September 2016).
Lubberts, P.T. (2009). Concept Maps in the Science Classroom. Mathematical and Computing Sciences Department.St. John Fisher College Fisher Digital Publications.

Palmer, B.C. Leiste, S. M. James, K.D. Ellis, S. M. (2000). The Role of Storytelling in Effective Family Literacy Programs. Reading Horizons. Volume 41, Issue 2.

Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015.

Vanides, J., Yin, Y.,Tomita, M.,danPrimo, M.A.R. (2005). Teaching Strategies: Using concept maps in the sciences classroom. National Science Teachers Association. Science Scope, Volume. 28, No. 8.
Published
2020-03-16
How to Cite
YUNGINGER, Ester Erents. Model Gelis Produktif di SMA Negeri 2 Limboto. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya, [S.l.], v. 6, n. 1, p. 105-122, mar. 2020. ISSN 2656-940X. Available at: <https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/248>. Date accessed: 29 may 2020. doi: https://doi.org/10.32884/ideas.v6i1.248.