Peran Pendidikan Islam dalam Menanggulangi Fenomena Crosshijabers

  • Nur Fatimah Universitas Islam Zainul Hasan
  • Ilmu Hamimah Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Abstract

Keberadaan crosshijabers yang dianggap sebagai personal atau komunitas yang mendapat pelabelan negatif dari masyarakat. Fenomena crosshijabers meresahkan masyarakat karena dianggap sebagai penyimpangan orientasi dalam ranah seksual dan dapat memicu tindak pidana. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kedudukan pendidikan Islam dalam menanggulangi fenomena crosshijabers. Metode library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif dipilih untuk mencapai tujuan atas penelitian ini. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa pendidikan Islam memiliki peran yang signifikan dalam menanggulangi fenomena ini. Islam yang menjadi agama mayoritas dan banyaknya lembaga pendidikan Islam di Indonesia menjadikan pendidikan Islam perlu andil yang besar dalam menanggulangi fenomena ini. Selain itu, dalam Islam juga terdapat larangan penyerupaan antara lelaki dan perempuan. Sehingganya, dengan dilandasakan Alquran dan Hadis, pendidikan Islam dapat mengambil peranannya dalam menanggulangi fenomena crosshijabers dengan lebih menekankan batasan-batasan antara lelaki dan perempuan dalam kajian Alquran Hadis maupun dalam kajian fikih.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Albani, Muhammad Nashiruddin. (2010). Kriteria Busana Muslimah. Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i.
Annibras, Nablur Rahman. (2017). “Larangan Tasyabuh Dalam Perspektif Hadist.” TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan, 1(1), 75–96.
Antaranews.com. (2019). “Viral soal ‘crosshijaber’, Apakah itu?” Antara News. https://www.antaranews.com/berita/1111266/viral-soal-crosshijaber-apakah-itu.
Choiri, Moch Miftachul, dan Aries Fitriani. (2011). “Problematika Pendidikan Islam sebagai Subsistem Pendidikan Nasional di Era Global”. Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam, 11(2), 303–325.
Fauzi, Ahmad. (2016). “Pakaian Wanita Muslimah dalam Perspektif Hukum Islam.” Iqtishodia: Jurnal Ekonomi Syariah, 1(1), 41–58.
Jannah, Fathul. (2013). “Pendidikan Islam dalam Sistem Pendidikan Nasional.” Dinamika Ilmu, 13(2), 161–79.
Kemenag, Pdpp. “Statistik data pondok pesantren.” Diakses 1 Desember 2020. https://ditpdpontren.kemenag.go.id/pdpp/statistik.
Pendis Kemenag, Emis. “Data statistik madrasah.” Pendis Kemenag. Diakses 1 Desember 2020. http://emispendis.kemenag.go.id/dashboard/?content=data-statistik.
Rezkisari, Indira. (2020). “Jumlah masjid Indonesia terbanyak di dunia.” Republika. https://republika.co.id/berita/q6d8ij328/jumlah-masjid-indonesia-terbanyak-di-dunia.
Shihab, M. Quraish. (2012). “Jilbab, Pakaian Wanita Muslimah: Pandangan Ulama Masa Lalu dan Cendikiawan Kontemporer”. Lentera Hati Group, 1.
Wahidin, Ade. (2018). “Tinjauan dan Hukum Tasyabuh Perspektif Empat Imam Madzhab.”
Al-Mashlahah Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial, 06(1), 49–72.
Published
2020-12-21
How to Cite
FATIMAH, Nur; HAMIMAH, Ilmu. Peran Pendidikan Islam dalam Menanggulangi Fenomena Crosshijabers. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, [S.l.], v. 6, n. 4, p. 323-332, dec. 2020. ISSN 2656-940X. Available at: <https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/285>. Date accessed: 25 feb. 2021. doi: https://doi.org/10.32884/ideas.v6i4.285.