Aspek Sains dan Budaya Instrumen Cetik dalam Tinjauan Etno Organologi Akustik

  • M. Yoga Supeno Universitas Seni Indonesia
  • Ary Nugraha Universitas Seni Indonesia

Abstract

Abstrak


Pro dan kontra instrumen cetik muncul karena ada pemaksaan mindset dan masih terbatasnya kajian pada wilayah aspek sains budaya. Berdasarkan permasalahan tersebut maka penelitian ini fokus untuk menelaah aspek sains budaya cetik melalui perspektif etno organologi akustik. Metode penelitian mempergunakan campuran konkuren untuk mempertemukan kualitatif sebagai pelaksana penelitian sedangkan kuantitatif sebagai eksekusi data akhir, analisis merupakan komparasi komponen intramusikal dari program audacity dengan komponen ekstramusikal. Penelitian menunjukkan bahwa aspek sains mempunyai relasi dengan fungsinya dalam masyarakat berbasis kearifan lokal jenius.


Abstract


The pros and cons of the cetik instrument arise because there is an imposition of the mindset and the limited study in the area of cultural science aspects. Based on these problems, this research focuses on examining the aspects of cetik culture science through the perspective of acoustic ethno organology. The research method uses a concurrent mixture, to bring together the qualitative as the research implementer, while the quantitative as the final data execution, the analysis is a comparison of the intramusical component of the audacity program with the extramusical component. Research shows that aspects of science have a relationship with their function in a society based on genius local wisdom.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Kurniawan, A. dan Djohan. (2017). Musik Gamolan untuk Menumbuhkan Relasi Sosial. Jurnal Resital Vol. 18, No. 3: Desember 2017: 159-167.
Bordieu, P. (1990). Essay; Toward a Reflexive Sociology. Cambridge Publishity Press.
Creswell, J. (2012). Research Design, Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed terjemahan Achmad Fawaid: Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Jaeko. (2016). “Layang-Layang”. Laporan Pertanggungjawaban Tugas Akhir Penciptaan Musik Etnis: Skripsi.
Kaplan dan Manners. (2002). Teori Budaya, terjemahan Landung Simatupang. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Koentjaraningrat. (1974). Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan: Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.
Nattiez, J. (1990). Music and Discourse: Toward a Semiology of Music. New Jersey: Princeton University Press.
Tiano, A. (2017). “Ghuwai Cetik”. Laporan Pertanggungjawaban Tugas Akhir Penciptaan Musik Etnis. Yogyakarta: Skripsi.
Tresh, J. and Dolan, E. . (2013). Toward A New Organology: Instrumen of Musics and Science. Osiris 2013. Hlm. 278-298
Ohi, R. (2020). Polopalo: Perspektif Organologi Akustik. Jurnal Selonding Vol. 16, No. 2: September 2020.
Published
2021-06-04
How to Cite
SUPENO, M. Yoga; NUGRAHA, Ary. Aspek Sains dan Budaya Instrumen Cetik dalam Tinjauan Etno Organologi Akustik. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, [S.l.], v. 7, n. 2, p. 125-136, june 2021. ISSN 2656-940X. Available at: <https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/362>. Date accessed: 20 june 2021. doi: https://doi.org/10.32884/ideas.v7i2.362.