Pemertahanan Bahasa Minahasa di Desa Kaaruyan

  • Salam Salam Univeristas Negeri Gorontalo
  • Deiby Ponto Univeristas Negeri Gorontalo

Abstract

Bahasa merupakan identitas dari komunitas atau kelompok tertentu yang perlu dipertahankan. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi pemertahanan bahasa Minahasa, faktor-faktor penyebab pergeseran bahasa, serta upaya-upaya pemertahanan bahasa yang dilakukan di Desa Kaaruyan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian sosiolinguistik dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa pemertahanan bahasa Minahasa di Desa Kaaruyan berada pada kondisi memprihatinkan karena hanya digunakan oleh penduduk berusia di atas 50 tahun dan dalam lingkup yang terbatas. Pergeseran bahasa Minahasa didisebabkan oleh faktor lingkungan, sikap dan perilaku, dan kurangnya dukungan kelembagaan keluarga, pendidikan, sosial maupun kelembagaan pemerintahan.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Deiby Ponto, Univeristas Negeri Gorontalo

Bahasa merupakan identitas dari komunitas atau kelompok tertentu yang perlu dipertahankan. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi pemertahanan bahasa Minahasa, faktor-faktor penyebab pergeseran bahasa Minahasa, serta upaya-upaya pemertahanan bahasa yang dilakukan di Desa Kaaruyan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian sosiolinguistik dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa pemertahanan bahasa Minahasa di Desa Kaaruyan berada pada kondisi memprihatinkan karena hanya digunakan oleh penduduk berusia di atas 50 tahun dan dalam lingkup yang terbatas. Pergeseran bahasa Minahasa disebabkan oleh faktor lingkungan, sikap dan perilaku, dan kurangnya dukungan kelembagaan keluarga, pendidikan, sosial maupun kelembagaan pemerintahan.

 

Language is the identity of a particular community or group of people that need to be maintained. In general, this study aims to investigate the condition of Minahasa language maintenance, the factors generating the Minahasa language shift, and the Minahasa language maintenance efforts taken in Kaaruyan Village. This study employed a sociolinguistic research design with a qualitative approach. The results designate that the Minahasa language maintenance in Kaaruyan Village is low since it is only spoken by residents aged over 50 years and to a limited extent. The Minahasa language shift is precipitated by environmental factors, the attitudes and behavior of the speakers, and the lack of institutional support from family, education, society, and government.

References

Alika dkk. (2017). Faktor Pemertahanan Bahasa Minangkabau Ragam Nonformal dalam Ranah Kekariban Pada Komunitas Seni Sakato di Kota Yogyakarta. Deiksis- Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 4(2), 32.
Amin, M. F., & Suyanto, S. (2017). Pergeseran dan Pemertahanan Bahasa Ibu Dalam Ranah Rumah Tangga Migran di Kota Semarang. Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa Dan Sastra, 12(1), 15. https://doi.org/10.14710/nusa.12.1.15-26
Brenzinger, M., & Dimmendaal, G. J. (1992). Social Context of Language Death. In M. Brenzinger, Language Death (p. 3). New York: Mouton de Gruyter.
Chaer, A. (2010). Sosiolingusitik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta. Criystal, D. (2003). Language Death. New York: Cambridge University Press.
Grenoble, L. A., & Whaley, L. J. (2006). Saving Language: An Introcution to Language Revitalization. New York: Cambridge University Press.
Hartanti, A. E. J., Lisviyana, L., Yanti, U., & Krisdayanti, D. A. (2019). Pemertahanan Dan Pergeseran Bahasa Daerah Pada Masyarakat Desa Pentingsari-Yogyakarta. Caruban: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Dasar, 1(2), 100. https://doi.org/10.33603/.v1i2.2313
Herlina, E. (2018). Situasi Kebahasaan Di Wilayah Pangandaran (Telaah Pergeseran Dan Pemertahanan Bahasa). Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 3(1), 37–44. https://doi.org/10.31943/bi.v3i1.26
Hukubun, Y. (2018). Pergeseran Dan Pemertahanan Bahasa Alune Desa Murnaten Kecamatan Taniwel Kabupatenseram Bagian Barat Ambon. BASINDO : Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, Dan Pembelajarannya, 2(1), 55–64. https://doi.org/10.17977/um007v2i12018p055
Muliawati, H., Suhendra, R., & Muttaqin, M. H. (2017). Pemertahanan Bahasa Jawa Pada Masyarakat Kampung Cidadap Kabupaten Cirebon. FON : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 11(2). https://doi.org/10.25134/fjpbsi.v11i2.718
Muliawati, H., Sutisno, A., Bahari, A. D., & Bediyanto. (2021). PEMERTAHANAN BAHASA SUNDA SEBAGAI WUJUD IDENTITAS MASYARAKAT DI DESA
LUWUNG BATA, BREBES, JAWA TENGAH. Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 6(1), 95–102.
Ningtyas, S.A, dkk, U. N. S. (2019). Jurnal Sastra Jawa. 7(2), 22–28. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php /sutasoma/article/view/29086
Nisah, N., Prasetya, K. H., & Musdolifah, A. (2020). Pemertahanan Bahasa Daerah Suku Bajau Samma Di Kelurahan Jenebora Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara. Jurnal Basataka (JBT), 3(1), 51–65. https://doi.org/10.36277/basataka.v3i1.86
Nurhayati, E. (2013). Strategi Pemertahanan Bahasa Jawa Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Litera, 12(1). https://doi.org/10.21831/ltr.v12i01.1338
Statistik, B. P. (2010). Kewaranegaraan, Suku Bangsa, Agama, dan Bahasa sehari-hari Penduduk Indunesia: Hasil Sensus Penduduk 2010. Jakarta: BPS
Sumarsono. (2017). Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
UNESCO. (2003). Language Vitality and Endargermen. America: International Expert Meeting on UNESCO.
Published
2021-08-25
How to Cite
SALAM, Salam; PONTO, Deiby. Pemertahanan Bahasa Minahasa di Desa Kaaruyan. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, [S.l.], v. 7, n. 3, p. 241-252, aug. 2021. ISSN 2656-940X. Available at: <https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/402>. Date accessed: 28 oct. 2021. doi: https://doi.org/10.32884/ideas.v7i3.402.