Eksitensi Hukum Cambuk (Mihita La Ua Uatto) dalam Masyarakat Adat Iha-Ulupia Dikaji dalam Prespektif Hak Asasi Manusia (HAM)

  • Muhammad Luhulima Universitas Pattimura
  • Fricean Tutuarima Universitas Pattimura, Ambon, Indonesia
  • Aisa Abas Universitas Pattimura, Ambon, Indonesia

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksitensi hukum cambuk (mihita la ua uatto) dalam masyarakat adat Iha-Ulupia dikaji dalam prespektif Hak Asasi Manusia (HAM). Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan hukum cambuk dan pandangan Hak Asasi Manusia terhadap pelaksanaan hukum cambuk. Teknik pengambilan data primer dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap sejumlah informan yang dianggap terlibat secara langsung dalam proses pelaksanaan hukum cambuk (mihitta la ua uatto). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa eksitensi hukum cambuk (mihita la ua uatto) dalam masyarakat adat Iha-Ulupia di kaji dalam prespektif Hak Asasi Manusia (HAM) di negeri Iha-Ulupia Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat terlaksana dengan baik. Hukum cabuk yang diterapkan di negeri Iha-Ulupia masih bersumber pada salah satu sumber hukum yang masih berlaku di Indonesia yaitu hukum adat, hukum cambuk yang diterapkan di negeri iha-ulupia secara substansi tidak melanggar hukum positif dalam hal ini UU HAM karena memiliki landasan pada pasal 18 b ayat (2) UUD 1945.


 


This study aims to describe the existence of the Caning Law (Mihia La Ua Uatto) in the Iha-Ulupia Indigenous Peoples Study in the Perspective of Human Rights (HAM). Asai Man against the implementation of the caning law. The primary data collection technique was carried out through observation, interviews, and documentation of a number of informants who were considered to be directly involved in the process of implementing the caning law (mihitta la ua uatto). The results of this study indicate that the existence of the law of whips (Mihita La Ua Uatto) in the Tha Ulupia Indigenous Peoples is studied in the perspective of human rights (HAM) in Iha-Ulupia Country, Huamual District, West Seram Regency. Iha-ulupia country is still based on one of the legal sources that are still valid in Indonesia, namely customary law, the caning law applied in Iha-ulupia country substantially does not violate positive law in this case the Human Rights Law because it has a basis in article 18 b paragraph (2) 1945 Constitution.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Creswell, J. (2016). Fungsi Kedua Pernyataan Kualitatif & Desain Penelitian Memilih dI Antara Lima Pendekatan. In Design: Choosing Among Five Approaches (Vol. 3, Issue June).
H. Hilman Hadikusuma, (2004), Pengantar Antropolgi Hukum, Citra Aditya Bakti, Bandung.
Latupapua, F. E. (2009). IDENTITAS BUDAYA AMARIMA PEMERTAHANAN BAHASA HARUKU , DI PULAU HARUKU ,. Article, 8.
Lili Rasjidi & Ira Thania Rajidi (2002) Pengantar Filsafat Hukum, Bandung : Mandar Maju.
Maladi, Y. (2010). Eksistensi Hukum Adat dalam Konstitusi Negara Pasca Amandemen. Mimbar Hukum, 22(3), 450. https://doi.org/10.22146/jmh.16235
Merdiyatna. (2019). Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 4(1).
Munir Fuadi (2007), Sosiologi Hukum Kontemporer, lnteraksi hukum dan Masyarakat, Citra Aditya Bakti, Bandung.
Nurdianzah, E. (2020). Akulturasi Budaya Dalam Dakwah Sultan Hadirin Di Desa Loram Kulon Kecamatan Jati Kabupaten Kudus. Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, 6(2), 276. https://doi.org/10.36424/jpsb.v6i2.200
OnaYulita, Khairul Anwar & Dody Putra, M. I. (2021). Alkuturasi Budaya Pernikahan Minangkabau Dengan Transmigrasi Jawa Di Kabupaten Solok Selatan Sumatera Barat (p. 3).
Pattimahu, M. A. (2019). Dialektika Agama dan Budaya Dalam Ritual Hitirima Masyarakat Negeri Pelauw Maluku Tengah. Article, 3.
Piotr Sztompka. (1981). Perubahan Sosial, Kasus Masyarakat Pascakomunis (p. 12).
Rahardj & Satjipto (2009) Negara Hukum Yang Membahagiakan Rakyatnya, Yogyakarta: Genta Publishing.
Sumanto, D. (2018). Hukum Adat Di Indonesia Perspektif Sosiologi Dan Antropologi Hukum Islam. JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah).
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, (Bandung: Alfabeta, 2014).
Tutuarima, Fricean, dkk. (2009). “Persekutuan Masyarakat Adat Amarima Hatuhaha sebagai Model Pluralitas Sosial” Laporan Penelitian Hibah Strategi Nasional Universitas Pattimura Ambon
Published
2021-08-20
How to Cite
LUHULIMA, Muhammad; TUTUARIMA, Fricean; ABAS, Aisa. Eksitensi Hukum Cambuk (Mihita La Ua Uatto) dalam Masyarakat Adat Iha-Ulupia Dikaji dalam Prespektif Hak Asasi Manusia (HAM). Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, [S.l.], v. 7, n. 3, p. 151-158, aug. 2021. ISSN 2656-940X. Available at: <https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/452>. Date accessed: 28 oct. 2021. doi: https://doi.org/10.32884/ideas.v7i3.452.