Pelestarian Kesenian Badud Melalui Paguyuban Rukun Sawargi di Desa Margacinta Kabupaten Pangandaran

  • Nurjamillah Nurjamillah -
  • Siti Komariah
  • Mirna Nur Alia Abdullah

Abstract

The development of the times and technological advances can shift the existence of local arts in various regions, one of which is Badud art. Badud art has decreased in its preservation, due to competition between local art and modern art which has resulted in the decline of its existence. The purpose of this research is to describe the role played by the Association of Rukun Sawargi as an association that houses Badud arts in preserving the arts in the midst of the times. The research method uses a descriptive method with a qualitative approach, the data collection used is in-depth interviews, non-participation observations, and documentation studies, with the selected participants, namely the chairman and members of the Sawargi Rukun Association, Pangandaran Regency artists, Margacinta Village Head and community leaders (Chairman of Pangandaran Regency). RT, Head of RW, and Head of Dusun). The results of the research carried out are, the Sawargi Rukun Association carries out activities consistently, including routine collections, practicing Badud arts, training Badud arts to elementary school children as a form of regeneration, and introducing and presenting Badud art to tourists who come to Margacinta Village, with Thus the existence and preservation of Badud art will be maintained.


 


Perkembangan zaman dan kemajuan teknologi dapat menggeser eksistensi kesenian lokal yang ada di berbagai daerah, salah satunya kesenian Badud. Kesenian Badud mengalami penurunan dalam pelestariannya, karena adanya persaingan antara kesenian lokal dengan kesenian modern yang mengakibatkan kesenian tersebut menurun eksistensinya. Tujuan diadakannya penelitian ini untuk mendeskripsikan peranan yang dilakukan oleh Paguyuban Rukun Sawargi sebagai Paguyuban yang menaungi kesenian Badud dalam melestarikan kesenian tersebut di tengah perkembangan zaman. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam, observasi non-parrtisipasi, dan studi dokumentasi, dengan partisipan yang dipilih yaitu ketua dan anggota Paguyuban Rukun Sawargi, seniman Kabupaten Pangandaran, Kepala Desa Margacinta dan tokoh masyarakat (Ketua RT, Ketua RW, dan Kepala Dusun). Hasil dari penelitian yang dilakukan yaitu, Paguyuban Rukun Sawargi melakukan kegiatan dengan konsisten, diantaranya kumpulan rutin, latihan kesenian Badud, melatih kesenian Badud kepada anak-anak SD sebagai bentuk regenerasi, dan mengenalkan serta menampilkan kesenian Badud kepada wisawatan yang datang ke Desa Margacinta, dengan demikian eksistensi dan pelestarian kesenian Badud akan tetap terjaga.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anwar, Y., & Adang. (2013). Sosiologi untuk Universitas. Bandung: Refika Aditama.
Firmansyah, H. Y. (2017). Kesenian Angklung Badud Grup Rukun Sawargi Pada Acara Gusaran Di Kabupaten Pangandaran. Skripsi: Universitas Pendidikan Indonesia.
Irianto, A. M. (2017). Kesenian Tradisional Sebagai Sarana Strategi Kebudayaan di Tengah Determinasi Teknologi Komunikasi. Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa Dan Sastra, 12(1), 90. https://doi.org/10.14710/nusa.12.1.90-100
Irvansetiawan. (2018). Badud Margacinta. [Online]. Diakses dari: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbjabar/badud-margacinta/
(Diakses pada tanggal 11 Februari 2021)
Iwana, N., & Hanif, M. (2019). Kesenian Teledek Dalam Upacara Minta Hujan di Lembeyan Magetan (Kajian Nilai Budaya dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah). Gulawentah:Jurnal Studi Sosial, 4(1), 46–54. https://doi.org/10.25273/gulawentah.v4i1.5032
Lestari, W., & Huda, A. M. (2017). Peran Paguyuban Semut Ireng dalam Membentuk Karakter Pemuda Desa Satriyan RT 03 RW 01 Kanigoro. Jurnal Translitera: Jurnal Kajian Komunikasi Dan Studi Media, 5(2), 51–65. https://doi.org/10.35457/translitera.v5i2.363
Maswekan, M. (2020). Sistem Nilai Pela Sebagai Modal Sosial Dalam Rangka Penguatan Kebangsaan Pada Basis Lokal Di Maluku. ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi Dan Studi Agama, 2(1), 11–28. https://doi.org/10.37429/arumbae.v2i1.415
Moleong, J, Jexy. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rodakarya.
Nazir, M. (2003). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Nurohmah, U. (2018). Sejarah dan Pelestarian Seni Badud Sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Budaya Desa Margacinta Kabupaten Pangandaran Tahun 2013-2017. Skripsi: Universitas Pendidikan Indonesia.
Ramdayanah, R. S. (2019). Kontribusi Kesti Paguyuban Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (TTKKDH) Dalam Mensukseskan Pilgub Banten Tahun 2017. Skripsi: Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Sahadi. (2019). Pelestarian Kebudayaan Daerah melalui Kesenian Dodod di Kampung Pamatang Desa Mekarwangi Kecamatan Saketi Kabupaten Pandeglang. Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara, 6(4), 315–326.
Saifuddin, A. F. (2006). Antropologi Kontemporer: Suatu Pengantar Kritis Mengenai Paradigma. Jakarta: Kencana.
Sari, A. F., Rusnaini, R., & Rejekiningsih, T. (2019). Dialog of Interfaith and Interbelief Communities of Pantura (Tali Akrap): an Overview From the Structural Functional Theory. Analisa: Journal of Social Science and Religion, 4(02), 243–261. https://doi.org/10.18784/analisa.v4i02.920
Setiadi, E & Kolip, U. (2011). Pengantar Sosiologi Pemahaman Fakta dan Gejala Permasalahan Sosial: Teori Aplikasi dan Pemecahannya. Bandung: Prenamedia Group.
Soekanto, Soerjono. (2012). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press.
Sofyan, A. N., Sofianto, K., Sutirman, M., & Suganda, D. (2018). Pembelajaran Dan Pelatihan Kesenian Tradisional Badud Di Pangandaran Jawa Barat Sebagai Warisan Budaya Leluhur. Dhamakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat, 7(2), 84–89. journdharmakarya/article/viewFile/11437/5233al.unpad.ac.id/
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Sujaya, K. (2018). Problematika Dalam Pelestarian Tradisi Angklung Badud Di Desa Margajaya Kecamatan Cijulang. Jurnal Artefak: History and Education, 5(1), 19–24. https://doi.org/10.25157/ja.v5i1.1912
Published
2021-11-12
How to Cite
NURJAMILLAH, Nurjamillah; KOMARIAH, Siti; ABDULLAH, Mirna Nur Alia. Pelestarian Kesenian Badud Melalui Paguyuban Rukun Sawargi di Desa Margacinta Kabupaten Pangandaran. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, [S.l.], v. 7, n. 4, p. 221-230, nov. 2021. ISSN 2656-940X. Available at: <https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/483>. Date accessed: 05 dec. 2021. doi: https://doi.org/10.32884/ideas.v7i4.483.