Pelatihan Kerajinan Tangan untuk Meningkatkan Kreativitas Pelaku Usaha sebagai Sumber Pendapatan Masyarakat

  • Robetmi Jumpakita Pinem Universitas Diponegoro
  • Naili Farida Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro
  • Agung Budiatmo Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro
  • Sari Sulistyorini Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro
  • Widayanto Widayanto robetmi@lecturer.undip.ac.id

Abstract

In the era of growing globalization, people's mindsets are getting more creative, one of which is developing handicrafts from recycled materials as a source of income because the materials come from the surrounding environment. Glagah Wangi Beach in Demak has views of white sand and mangrove forests making this beach the most popular destination in 2020 with an average of 5,000 visitors in one week. The number of visitors and natural beauty can be a high potential for the demand for souvenirs. The service team of the Department of Administration provides training on handicrafts from mangrove trees. When there are no souvenir sellers from Glagah Wangi Beach, Istanbul, Tambakbulusan Village, it becomes a high opportunity for business actors to get additional sources of income and can become memories for tourists.


 


Di era globalisasi yang semakin berkembang, pola pikir masyarakat semakin kreatif, salah satunya mengembangkan kerajinan tangan bersumber bahan daur ulang sebagai sumber pendapatan karena bahan berasal dari lingkungan sekitar. Pantai Glagah Wangi di Demak memiliki pemandangan pasir putih dan hutan mangrove menjadikan pantai ini sebagai destinasi terpopuler di tahun 2020 dengan rata-rata 5.000 pengunjung dalam satu minggu. Banyaknya pengunjung dan keindahan alam dapat menjadi potensi yang tinggi untuk permintaan oleh-oleh. Pengabdian masyarakat memberikan pelatihan kerajinan tangan dari pohon bakau sebanyak 20 orang dengan metode ABCD. Saat tidak adanya penjual oleh-oleh dari Pantai Glagah Wangi, Istambul, Desa Tambakbulusan, maka menjadi peluang yang tinggi bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan sumber pendapatan tambahan dan dapat menjadi kenangan bagi wisatawan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Hadiyati, E. (2011). Kreativitas dan Inovasi Berpengaruh Terhadap Kewirausahaan Usaha Kecil. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 13(1). https://doi.org/10.9744/jmk.13.1.8-16
Hanid. (2013). Pengertian Kerajinan. Wikipedia. http://id.wikipedia.org/wiki/kerajinan.
Harto, S., Sidiq, R. S. S., & Karneli, O. (2021). Development Strategy Mangrove Ecotourism Based on Local Wisdom. Sosiohumaniora, 23(1),115. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v23i1.31315
Hisrich, R.D.& Peters, M.P & Sheperp. (2008). Entrepreneurship. Amerika: The McGraw-Hill Companies, Inc.
Kiss, A. (2004). Is Community-Based Ecotourism a Good Use of Biodiversity Conservation Funds? Trends in Ecology and Evolution, 19(5), 232–237. https://doi.org/10.1016/j.tree.2004.03.010
Kusnadi. (1983). Peranan Seni Kerajinan (Tradisional dan Baru) dalam Pembangunan. In Seni Edisi XVII (Oktober). Yogyakarta: Majalah San.
Novianti, T. (2020). Perencanaan Ekowisata Kerajinan Tangan di Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat (Issue September). Institut Pertanian Bogor.
Satria, D. (2009). Strategi Pengembangan Ekowisata Berbasis Ekonomi Lokal dalam Rangka Program Pengentasan Kemiskinan di Wilayah Kabupaten Malang. Journal of Indonesian Applied Economics, 3, 37–47.
Setyowati, R. I., Naswati, W., Heatiningsih, Miftakhodin, Cahyadi, & Ayu., D. (2014). Buku Guru: Prakarya dan Kewirausahaan. Kementerian Pendidikan dan Kewirausahaan. http://bse-kemdikbud.go.id
Situmorang, R. O. (2018). Social Capital in Managing Mangrove Area as Ecotourism by Muara Baimbai Community. Indonesian Journal of Forestry Research, 5(1), 21–34. https://doi.org/10.20886/ijfr.2018.5.1.21-34
Treephan, P., Visuthismajarn, P., & Isaramalai, S. A. (2019). A Model of Participatory Community-Based Ecotourism and Mangrove Forest Conservation in Ban Hua Thang, Thailand. African Journal of Hospitality, Tourism and Leisure, 8(5), 1–8.
Published
2021-11-11
How to Cite
PINEM, Robetmi Jumpakita et al. Pelatihan Kerajinan Tangan untuk Meningkatkan Kreativitas Pelaku Usaha sebagai Sumber Pendapatan Masyarakat. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, [S.l.], v. 7, n. 4, p. 143-148, nov. 2021. ISSN 2656-940X. Available at: <https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/490>. Date accessed: 05 dec. 2021. doi: https://doi.org/10.32884/ideas.v7i4.490.