Pasang ri Kajang: Tradisi Lisan Masyarakat Adat Ammatoa Suku Kajang dalam Pembentukan Karakter Konservasi

  • Muhammad Ichwan Universitas Hasanuddin, Makassar
  • Ulfa Reskiani Universitas Hasanuddin, Makassar
  • Ayu Lestari Indah Universitas Hasanuddin, Makassar
  • A. Nurul Ainun Fitri Makmur Universitas Hasanuddin, Makassar
  • Eka Merdekawati Djafar Universitas Hasanuddin, Makassar

Abstract

This study aims to reveal the role of Pasang ri Kajang as the main element in growing the character of the Ammatoa indigenous people of the Kajang Tribe. The method used in this study is a combination of qualitative and quantitative approaches. Based on the results of the study, Pasang ri Kajang for the Ammatoa indigenous people of the Kajang tribe is an existence that is mandatory to be obeyed. They also teach about Pasang from a young age and the first lesson taught is tabe '(courtesy). The purpose of this courtesy is not only shown to humans, but also nature.


 


Penelitian ini bertujuan mengungkapkan peran Pasang ri Kajang sebagai elemen utama dalam menumbuhkan karakter masyarakat adat Ammatoa Suku Kajang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan gabungan antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, Pasang ri Kajang bagi masyarakat adat Ammatoa Suku Kajang merupakan keberadaan yang bersifat wajib untuk ditaati. Mereka juga mengajarkan mengenai Pasang sedari kecil dan pelajaran pertama yang diajarkan adalah tabe’ (sopan santun) maksud dari sopan santun ini tidak hanya ditunjukkan kepada manusia, namun juga kepada alam.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asyrafunnisa & Abeng, A. T. (2019). Peran Pasang Ri Kajang Dalam Kebudayaan Masyarakat Kajang, Kabupaten Bulukumba (Studi Etnografi). Jurnal Ilmiah Ecosystem. 19 (1), 1-7. Retrieved from http://ecosystem.unibos.id/index.php/eco/article/view/145/133.
Badewi, M. H. (2018). Etika Lingkungan Dalam Pasang ri Kajang Pada Masyarakat Adat Kajang. Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. 1 (2): 66-67. http://dx.doi.org/10.12928/citizenship.v1i2.13619.
Dassir, M. (2008). Pranata Sosial Sistem Pengelolaan Hutan Masyarakat Adat Kajang. Jurnal Hutan dan Masyarakat. 3 (2), 111-234. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/8190-ID-pranata-sosial-sistem-pengelolaan-hutan-masyarakat-adat-kajang.pdf.
Hijjang, P. (2005). Pasang dan Kepemimpinan Ammatoa: Memahami Kembali Sistem Kepemimpinan Tradisional Masyarakat Adat dalam Pengelolaan Sumber daya Hutan di Kajang Sulawesi Selatan. Jurnal Antropologi Indonesia. 29 (3), 5-12. Retrieved from http://journal.ui.ac.id/index.php/jai/article/view/3545.
Istiawati, F.N. (2016). Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal Adat Ammatoa Dalam Menumbuhkan Karakter Konservasi. Journal of Education and Teaching. 10 (1), 1-18. Retrieved from https://cendekia.soloclcs.org/index.php/cendekia/article/view/78/84.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (2020). http://sdgs.bappenas.go.id.
Kupperman. (1990). Character. New York: Oxford University Press.
Portal Sistem Informasi Geografis Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. (2020). Retrieved from https://gis.dukcapil.kemendagri.go.id/peta/
Purnamasari, R. 2015. Mengenali Adat, Pengelolaan Hutan di Kawasan Suku Kajang. Retrieved from https://www.kompasiana.com/ratihsyifani.kompasiana.com/552828b76ea83408568b45ce/mengenali-adat-pengelolaan-hutan-di-kawasan-suku-kajang.
Setioningsih, D. (2015). Nilai Karakter dan Perilaku Konservasi. Retrieved from http://blog.unnes.ac.id/devisetioningsih/2015/11/19/nilai-karakter-dan-perilaku-konservasi/
Spradley, J. P. (2007). Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Sukmawati. (2015). Pengembangan Suplemen Bahan Ajar Pengetahuan Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal Tentang Pelestarian Hutan Adat Ammatoa di Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan. (Tesis. Universitas Negeri Malang: 2015). Retrieved from http://repository.um.ac.id/id/eprint/62310.
Weisse, M. & Goldman, E. (2021). Kerusakan Hutan Hujan Primer Meningkat 12% Dari Tahun 2019 Hingga Tahun 2020 | WRI Indonesia. Retrieved from https://wri-indonesia.org/id/blog/kerusakan-hutan-hujan-primer-meningkat-sebesar-12-dari-tahun-2019-hingga-tahun-2020.
Wijaya, H. (2018). Nilai-Nilai Pasang ri Kajang Pada Adat Ammatoa Sebagai Local Wisdom Untuk Mewujudkan Karakter Peduli Lingkungan Dalam Pendidikan Masa Kini. Retrieved from https://www.researchgate.net/profile/HengkiWijaya/publication/322753926_NilaiNilai_Pasang_ri_Kajang_pada_Adat_Ammatoa_Sebagai_Local_Wisdom_UntukMewujudkan_Karakter_Peduli_Lingkungan_Dalam_Pendidikan_Masa_Kini/links/5a6deb99a6fdcc317b190763/Nilai-Nilai-Pasang-ri-Kajang-pada-Adat-Ammatoa-Sebagai-Local-Wisdom-Untuk-Mewujudkan-Karakter-Peduli-Lingkungan-Dalam-Pendidikan-Masa-Kini.pdf.
Yuliati, Yayuk. (2011). Perubahan Ekologis Dalam Strategi Adaptasi Masyarakat di Pegunungan Tengger (Suatu Kajian Gender dan Lingkungan). Malang: UB Press.
Published
2021-11-11
How to Cite
ICHWAN, Muhammad et al. Pasang ri Kajang: Tradisi Lisan Masyarakat Adat Ammatoa Suku Kajang dalam Pembentukan Karakter Konservasi. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, [S.l.], v. 7, n. 4, p. 133-142, nov. 2021. ISSN 2656-940X. Available at: <https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/495>. Date accessed: 05 dec. 2021. doi: https://doi.org/10.32884/ideas.v7i4.495.