Penggunaan Autogate di Tempat Pemeriksaan Imigrasi Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta

  • Alifine Qinthara Fatharani Politeknik Imigrasi BPSDM Hukum dan HAM
  • Dara Gautama Meilina Politeknik Imigrasi BPSDM Hukum dan HAM
  • A. Gede Raka Arta Yoga Politeknik Imigrasi BPSDM Hukum dan HAM

Abstract

The application of this autogate is very useful in terms of immigration control by scanning passenger personal data, fingerprints, and also face recognition as a form of supervision carried out by the autogate. The block system contained in the autogate is a form of immigration control. The form of service that becomes the guideline in providing services is in accordance with the Public Service Law Number 25 of 2009 by implementing quality, fast, easy, affordable, and measurable services. In its application, there are problems with the system shutting down on the autogate, the lack of sensitivity of the scan quality, and also the limitations of users who are only intended for Indonesian citizens, resulting in insufficient supervision because it will be done manually. And the death of the system will be difficult if there is a sudden request for data. In this case, improvements to the autogate system are needed.


 


Penerapan autogate ini sangat berguna dari segi pengawasan keimigrasian dengan melakukan pemindaian data diri penumpang, sidik jari, dan juga face recognition sebagai bentuk dari pengawasan yang dilakukan oleh autogate. Sistem cekal yang terdapat pada autogate merupakan bentuk dari pengawasan keimigrasian. Bentuk pelayanan yang menjadi pedoman dalam memberikan pelayanan sesuai dengan Undang-Undang Pelayanan Publik Nomor 25 Tahun 2009 dengan melaksanakan pelayanan yang berkualitas, cepat, mudah, terjangkau, dan terukur. Dalam penerapannya terdapat kendala dengan matinya sistem pada autogate, kurang sensitifnya kualitas pemindaian, dan juga keterbatasan pengguna yang hanya diperuntukkan kepada WNI saja mengakibatkan pengawasan yang dilakukakan dirasa kurang karena, akan Kembali dilakukan dengan manual. Dan matinya sistem akan sulit apabila terjadinya permintaan data secara mendadak. Dalam hal ini perbaikan terhadap sistem autogate sangatlah diperlukan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Achmad Ali. (2010). Menguak Teori Hukum dan Peradilan. Jakarta: Kencana.
Bachtiar. (2018). Metode Penelitian Hukum (1st ved.; Oksidelfa Yanto, Ed.). Pamulang – Tangerang Selatan: UNPAM PRESS.
Chad Smith, K. J. R. (2009). Live Case Analysis: Pedagogical Problems And Prospects In Management Education. American Journal of Business Education, 2.
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta. (2018). Layanan autogate di TPI Bandara Soekarno-Hatta.
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta. (2020). Laporan Perlintasan Tpi Soetta 2020.
Marzuki, P. M. (2011). Penelitian Hukum. jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Oke Finance. (2019). Dari 100 Bandara, Jumlah Penerbangan Soetta Terbanyak ke-2 di Dunia.
Putut Wijaya, S. T. (2021). Kuesioner Adalah; Pengertian, Jenis, Cara Membuat, dan 4 Contoh Kuesioner.
So, B. (2019). Dari 100 Bandara, Jumlah Penerbangan Soetta Terbanyak ke-2 di Dunia.
Soekarno-Hatta, K. I. K. 1 K. T. (2019). Layanan Autogate di TPI Bandara Soekarno-Hatta.
Syahrin, M. A. (2019). Teori Pemeriksaan Lalu Lintas Keimigrasian. Opinio Juris, 9(4), 29–30.
Published
2021-11-11
How to Cite
QINTHARA FATHARANI, Alifine; MEILINA, Dara Gautama; YOGA, A. Gede Raka Arta. Penggunaan Autogate di Tempat Pemeriksaan Imigrasi Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, [S.l.], v. 7, n. 4, p. 149-158, nov. 2021. ISSN 2656-940X. Available at: <https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/506>. Date accessed: 05 dec. 2021. doi: https://doi.org/10.32884/ideas.v7i4.506.