Revitalisasi Mangharoani sebagai Kearifan Lokal Batak Toba yang Terabaikan

  • Martua Reynhat Sitanggang Gusar Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar
  • Monalisa Frince Sianturi Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Abstract

The purpose of this research is to carry out the revitalization of Mangharoani as the local wisdom of the neglected Toba Batak. In addition, there are not many studies that carry out Mangharoani revitalization activities. Revitalization activities are realized as a form of preserving the local wisdom culture of the Toba Batak community. This research was conducted in Lintong Nihuta Village, Humbang Hasundutan Regency. The implementation of this research starts from February to June 2021 and uses two observers. The method used in this research is descriptive qualitative research. Data analysis uses analyzing, describing, and summarizing various conditions, situations from various data collected in the form of interviews or observations about the problems studied that occur in the field, with qualitative data collection techniques commonly used, namely interviews, observations, focus group discussions (FGDs), and document studies. The results of this study, the people in Lintong Nihuta Village, Humbang Hasundutan Regency have resumed Mangharoani activities in their respective families.


 


Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan kegiatan revitalisasi mangharoani sebagai kearifan lokal Batak Toba yang terabaikan. Selain itu belum banyak terdapat penelitian yang melakukan kegiatan revitalisasi mangharoani. Kegiatan revitalisasi diwujudkan sebagai bentuk pelestarian budaya kearifan lokal masyarakat Batak Toba. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pasar Baru, Kec. Lintong Nihuta Kabupaten Humbang Hasundutan. Pelaksanaan penelitian ini dimulai Februari sampai dengan Juni 2021 dan menggunakan dua orang pengamat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskripsi. Analisis data menggunakan teknik menganalisis, menggambarkan, dan meringkas berbagai kondisi, situasi dari berbagai data yang dikumpulkan berupa hasil wawacara atau pengamatan mengenai masalah yang diteliti yang terjadi di lapangan. Teknik pengumpulan data kualitatif yang umum digunakan yaitu wawancara, observasi, focus group discussion (FGD), dan studi dokumen. Hasil dari pada penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat di Desa Pasar Baru, Kec. Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan sudah melakukan kembali kegiatan Mangharoani di keluarga masing-masing.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Martua Reynhat Sitanggang Gusar, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Monalisa Frince Sianturi, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

References

Arwansyah, Y. B., Suwandi, S., & Widodo, S. T. (2017). Revitalisasi peran budaya lokal dalam materi pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA). Proceedings Education And Language International Conference, 1(1).
Avianto, B. N. (2020). Pengembangan Model Ethnic Tourism Berbasis Komunitas Adat Di Kampung Sindangbarang Kabupaten Bogor (Kajian Masa Pandemi Covid-19). Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia, 5(10), 1022–1035.
Bauto, L. M. (2014). Perspektif Agama Dan Kebudayaan Dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 23(2).
Burnard, P., Gill, P., Stewart, K., Treasure, E., & Chadwick, B. (2008). Analysing and presenting qualitative data. British Dental Journal, 204(8), 429–432.
Emelia, T. W. (2018). Model Revitalisasi Kearifan Lokal Dalam Tradisi Lisan Berpantun Masyarakat Melayu Labuhan Batu Sumatera Utara. Kumpulan Penelitian Dan Pengabdian Dosen, 1(1).
Friska, J. (2016). Revitalisasi Kosakata Budaya Bahasa Batak Toba Ditano Batak.
Gunawan, J. (2018). Implementasi Permendagri N0 52 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pengakuan Dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat. Jurnal IUS Kajian Hukum Dan Keadilan, 6(1), 156–174.
Hadiprashada, D., & Budiman, D. A. (2019). Komunikasi Lingkungan dalam Budaya Masyarakat (Analisis Model Pesan Two Way Asymmetrical pada Lembaga Adat). Jurnal Komunikasi, 11(2), 213–222.
Harianja, R. F., & Sudrajat, A. (2021). The Local Wisdom of Batak Toba through the Philosophy of Dalihan Na Tolu in a Kinship Environment. Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education (BirLE) Journal, 4(2), 759–765.
Lestari, W. (2021). Penerapan Dalihan Na Tolu dalam Perkawinan Adat Batak Toba (Studi Kasus pada Masyarakat Batak Toba di Purwokerto). Universitas Jenderal Soedirman.
Lubis, M. N., Joebagio, H., & Pelu, M. (2019). Dalihan na Tolu Sebagai Kontrol Sosial dalam Kemajuan Teknologi. Sejarah Dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, Dan Pengajarannya, 13(1), 25–33.
Sholikhah, A. (2016). Statistik deskriptif dalam penelitian kualitatif. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 10(2), 342–362.
Sihombing, A. A. (2018). Mengenal Budaya Batak Toba Melalui Falsafah “Dalihan Na Tolu”(Perspektif Kohesi dan Kerukunan). Jurnal Lektur Keagamaan, 16(2), 347–371.
Siregar, Riahdi Syafutra, dkk. 2019. Model Revitalisasi Kearifan Lokal Tradisi Markusip dalam Membentukan Karakter Remaja Etnis Mandailing. Jurnal Antropologi Sumatera Vol. 17, No. 1, Edisi Juni 2019, 43-47 1693-7317 (ISSN Cetak) | 2597-3878 (ISSN Online).
Published
2021-11-12
How to Cite
SITANGGANG GUSAR, Martua Reynhat; SIANTURI, Monalisa Frince. Revitalisasi Mangharoani sebagai Kearifan Lokal Batak Toba yang Terabaikan. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, [S.l.], v. 7, n. 4, p. 213-220, nov. 2021. ISSN 2656-940X. Available at: <https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/514>. Date accessed: 05 dec. 2021. doi: https://doi.org/10.32884/ideas.v7i4.514.