Peran Direktorat Jendral Imigrasi dalam Penanggulangan Tindak Pidana Terorisme

  • Annisa Febrianti Politeknik Imigrasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI
  • Ben Reinaldi Rizki Akbar Politeknik Imigrasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI
  • Putra Deta Husa Prasta Politeknik Imigrasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI

Abstract

The purpose of this study is to seek to expand the immigration management model that can prevent terrorist activities in Indonesia. The study identified links between terrorism including issuance of travel documents, immigration control at the borders of the Republic of Indonesia, issuance of entry permits and visas, adhering to anti-terrorism laws. The research method uses qualitative with literature study. Sources of data taken from the study of journals, laws and relevant books. The findings include that the immigration system is based on three elements: privacy, surveillance, and border control. As a general rule, all three make transactions. The preventive management model should be cyclical in the sense that functionality cannot be shared between the elements that are obligated. To be effective in preventing terrorism, this form of management requires the exchange of information and data between migrants. In addition, all signatures of other agencies (eg police, BNPT, BIN, NCB - Interpol, etc.) are also subject to regulations to ensure the quality of the circulation system.


 


Tujuan dalam penelitian ini berupaya untuk memperluas model manajemen keimigrasian yang dapat mencegah aktivitas teroris di Indonesia. Studi tersebut mengidentifikasi hubungan antara terorisme termasuk penerbitan dokumen perjalanan, pengawasan imigrasi di perbatasan wilayah Republik Indonesia, penerbitan izin masuk dan visa mengikuti undang-undang anti-terorrisme. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan. Sumber data yang diambil dari kajian jurnal, Undang-Undang dan buku yang relevan. Hasil temuan di antaranya sistem imigrasi didasarkan pada tiga elemen: privasi, pengawasan, dan kontrol perbatasan. Sebagai aturan umum, ketiga melakukan transaksi. Model manajemen pencegahan harus bersiklus dalam arti bahwa fungsionalitas tidak dapat dibagi antara elemen yang berkewajiban. Agar efektif dalam mencegah terorisme, bentuk pengelolaan ini membutuhkan pertukaran informasi dan data antar migran. Selain itu, semua tanda tangan instansi lain (contoh: kepolisian, BNPT, BIN, NCB-Interpol, dsb.,) juga tunduk pada regulasi untuk menjamin kualitas sistem peredaran.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Citrawan, H., & Nadilla, S. (2019). Model Kontrol Keimigrasian dalam Mencegah Tindak Pidana Terorisme di Indonesia. Lentera Hukum, 6(1), 69. https://doi.org/10.19184/ejlh.v6i1.9819
Drajad, M. M., & Lokanasaputra. (2019). Peranan Imigrasi Indonesia dalam Menghadapi Terorisme (The role of Immigration of Indonesia in facing Terrorism. JLBP, 1(1), 129–139.
I, K. K. I. K. (2018). Interviu dengan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta.
PEraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian, (2013).
Miller, T. (2005). Blurring the Boundaries Between Immigration and Crime Control After September 11th” 2005) 25:1 Boston Coll Third World Law J 81; Vincenzo Bove & Tobias Böhmelt, “Does Immigration Induce Terrorism?” (2016) J Polit; Nora V Demleitner, “Immigration Threats a.
NCB-Interpol. (2018). “Penandatanganan SOP Polri - Ditjen Imigrasi tentang Penanganan Hits atau Alert pada Sistem Interpol I-24/7. Berintegrasi Dengan Sistem Border Control Management (BCM) Imigrasi”. diakses 28/3/2019 pada laman (https://interpol.go.id/en/news/776-penandatanganan-sop-polri-ditjen-imigrasi-tentang- penanganan-hits-atau-alert-pada-sistem-interpol-i-247-yang-berintegrasi-dengan-sistem-border- control-management-bcm-imigras)
Ninla Elmawati Falabiba. (2021). Optimalisasi Pengawasan dan Penegakan Hukum Keimigrasian Terhadap Orang Asing. Civitas Academica : Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 1(1), 1.
Nowrasteh, A. (2016). Policy Analysis: Terrorism and Immigration. CATO Institute.
United iNationsi Officeioni Drugsiandi Crime. (2017). iForeigni Terroristi Fightersi: iManuali fori Judicial iTrainingi Institutesi South-Easterni Europe i. United Nationss.
Pasal 26 UU 15/2003 tentang Pemberantasan Terorrisme [UU 15/2003 tentang Pemberantasan Terorrisme]., (2003).
Wahyudi, T., & Nugroho, A. (2018). Peran Intelijen Keimigrasian yang Ditimbulkan oleh Orang Asing di Wilayah Indonesia. JIKH, 12(3), 275–294.
Published
2021-11-11
How to Cite
FEBRIANTI, Annisa; RIZKI AKBAR, Ben Reinaldi; PRASTA, Putra Deta Husa. Peran Direktorat Jendral Imigrasi dalam Penanggulangan Tindak Pidana Terorisme. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, [S.l.], v. 7, n. 4, p. 159-166, nov. 2021. ISSN 2656-940X. Available at: <https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/535>. Date accessed: 06 dec. 2021. doi: https://doi.org/10.32884/ideas.v7i4.535.