Cerita Rakyat Gorontalo Janjia Lo U Duluwo
Abstract
Penelitian ini mendeskripsikan strukturasi sinkronik dan diakronik yang terdapat dalam mitos perdamaian Kerajan Gorontalo dan Kerajaan Limboto dalam cerita rakyat Gorontalo ‘Janjia Lo U Duluwo’ dan mendeskripsikan oposisi biner yang terdapat dalam mitos ‘Janjia Lo U Duluwo’. Sesuai dengan tujuan, teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Strukturalisme Levi-Strauss. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan teknik kepustakaan. Kemudian teknik analisis data dilakukan melalui langkah-langkah, yaitu: (1) mengidentifikasi data yang menunjukan kontribusi dan fungsi terapan, (2) mengklasifikasi data, (3) menganalisis data, (4) mendeskripsikan data secara menyeluruh, (5) Menyajikan hasil dan pembahasan serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pada tahap pertama, yakni surface structure, mitos distrukturkan dengan menggunakan model deretan sinkronik dan diakronik, cara ini bertujuan untuk menemukan mytheme-mytheme dalam cerita rakyat tersebut. Keseluruhan dari rangkaian cerita Janjia Lo U Duluwo’ dapat dikelompokkan menjadi empat belas episode. Berdasarkan unit-unit dalam episode, maka unit-unit tersebut dapat dibagi dalam dua kategori yaitu pertama, unit-unit yang dapat dioposisikan, unit-unit in dikategorikan sebagai mytheme dan akan dianalisis pada bab berikutnya dengan oposisi biner untuk menemukan deep structure atau struktur dalam, yang kedua yaitu, unit-unit yang bukan mytheme yaitu unit-unit yang tidak dapat dioposisikan. (2) Pada tahap kedua, yaitu deep structure, mytheme-mytheme dibuat ke dalam pola-pola oposisi biner. Untuk menemukan faktor-faktor budaya pada masyarakat Gorontalo, bidang-bidang ilmu lain, yaitu etnografi, sejarah, dan psikologi digunakan sebagai ilmubantu. Selanjutnya, innate structure ditemukan sebagai sari dari interpretasi terhadap deep structure. Pada innate structure ini ditemukan unconsciousness masyarakat jawa berdasarkan cerita rakyat Janjia Lo U Duluwo’ yaitu bahwa masyarakat Gorontalo adalah masyarakat yang agresif. mereka tidak menerapkan diskriminasi dan mereka mempraktikkan kolusi dalam kehidupan bermasyarakat.
This study describes the synchronic and diachronic structurations contained in the peace myth of the Kingdom of Gorontalo and the Kingdom of Limboto in the Gorontalo folklore 'Janjia Lo U Duluwo' and describes the binary opposition contained in the myth of 'Janjia Lo U Duluwo'. In accordance with the objectives, the theory used in this research is Levi-Strauss Structuralism. The method used in this research is descriptive analysis method. The data collection techniques using library techniques. Then the data analysis technique is carried out through steps, namely: (1) identifying data that shows the contribution and applied function, (2) classifying the data, (3) analyzing the data, (4) describing the data thoroughly, (5) presenting the results and discussion and drawing conclusions. The results of the study show that: (1) In the first stage, namely the surface structure, myths are structured using synchronic and diachronic sequence models, this method aims to find the myths in the folklore. The whole series of the stories of Promise Lo U Duluwo' can be grouped into fourteen episodes. Based on the units in the episode, these units can be divided into two categories: first, the units that can be opposed, these units are categorized as myths and will be analyzed in the next chapter with binary opposition to find the deep structure. , secondly, that is, non-mytheme units i.e. non-oppositional units. (2) In the second stage, namely deep structure, the myths are made into binary opposition patterns. To find cultural factors in the Gorontalo community, other fields of science, namely ethnography, history, and psychology are used as auxiliary sciences. Furthermore, the innate structure is found to be the essence of the interpretation of the deep structure. In this innate structure, the unconsciousness of the Javanese community is found based on the folklore of the Promised Lo U Duluwo', namely that the Gorontalo community is an aggressive society. they do not discriminate and they practice collusion in social life.
Downloads
References
Ahimsa-Putra, H.S. 1998. Levi-Strauss. Orang-orang PKI, Nalar Jawa dan Sosok Umar Kayam, Telaah Struktural Herminiutik. Dongeng Etnografis Umar Kayam, dalam Jaring Semiotik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ahimsa-Putra, H.S. 1997. Levi-Strauss Empu Antropologi Struktural. Yogyakarta: LKS
Ahimsa-Putra, H.S. 2006. Esei-Esei Antropologi Teori, Metode, dan Etnografi. Yogyakarta: Kepel Press
Ahimsa-Putra, H.S. 2009. Paradigma Ilmu Sosial Budaya: sebuah pandangan (makalah). Yogyakarta: Fakultas Ilmu Budaya
Ahimsa-Putra, H.S. 2009. Strukturalisme Levi-Strauss Mitos dan Karya Sastra. Yogyakarta: Kepel Press
Atmazaki. 1990. Ilmu Sastra, Teori dan Terapan. Padang: Angkasa Raya
Barthes, R. 1981. Theory of The Text dalam Untying The Text : A-Post Structural Reader, R. Young. (ed). London. Routledge and Kegal Paul.
Barthes, R. 1983. The Fashion System. Terj. Mathew Ward And Richard Howard. New York. Hill and Wang.
Baruadi, Mohammad Karmin. 2005. Cerita Rakyat Gorontalo (Kisah Sejarah dan Legenda). Gorontalo: UNG press
Chamamah, Siti Soeratno. 1994. “Penelitian Sastra: Tinjauan tentang Teori dan Metode Sebuah Pengantar”. Dalam teori penelitian Sastra. Yogyakarta: Masyarakat Poetika Indonesia IKIP Muhammadiyah.
Chamamah, Siti Soeratno. 2002. Serat Jatiswara dalam Analisis Strukturalisme Levi- Strauss.Yogyakarta: Humaniora 15:57-76.
Danandjaja, James. 2007. Foklor Indonesia Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain. Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti.
Damono, Sapardi Djoko. 2002. Pedoman Penelitian Sosiologi Sastra. Jakarta:Pusat Bahasa
Daulima, Farha. 2006. Hulondalangi Roman Bernuansa Sejarah dan Budaya Daerah Gorontalo. Gorontalo: Forum Suara Perempuan LSM Mbui Bungale
Daulima, Farha. 1995. Terbentuknya kerajaan Gorontalo dan Limboto. Gorontalo: BMT Nurul Jannah.
Endraswara, Suwardi. 2004. Metodologi Penelitian Saatra. Yogyakarta: Pustaka Widyatama
Frued, Sigmund. 1963. The interpretation of drean salam standart Edition. Vol. 4 & 5. London. Hogarth Press.
Haryanto. 2006. Sistem Sosial Budaya Indonesia. Jakarta: Universitas Terbuka
Irawan. 2004. ”Rama Tambak : Presentasi Mitos Pada Masa Akhir Orde Baru” (tesis). Fakultas Ilmu Budaya.
Koenjaraningrat. 2009. Sejarah Anropologi I. Jakarta : Universitas Indonesia.
Koenjaraningrat. 2009. Sejarah Anropologi II. Jakarta : Universitas Indonesia.
Kurzweil, Edith. 1980. The Age of Structuralism Levi-Strauss to Focoult. New York. Columbia Picture.
Leach, ER. 1973. Levi-Strauss. Fontana. Paperback
Leni, Nurhasana. 2004. “Analisis Strukturalisme Levi-Strauss dan Mitos Tasawuf”. (Tesis). Yogyakarta: Fakultas Ilmu Budaya.
Levi-Strauss, C. 1964. Mythologiques: Le Cru et Le Cuit. Paris: Libarairie Plon.
Levi-Strauss, C. 1974. Structural Anthropology. New York. Basic Books.
Levi-Strauss, C. 1964. The Raw and The Cook. New York. Harper and Raw
Lane, Michael. 1970. Introduction to Structuralism. New York. Basic Books.
Maquett, J. 1987. Isomorphisme and Symbolism as “Explanation” in The Analsis pf Myth dalam The Uncouniciuss in Culture. The Structuralism of Claude Levi Strauss in Perspective. New York. E.P. Button & Co. Mc.
Syaifudin s, M. 2008. Jagung dalam Mitos Selu Cherokee dan Laspadi Gorontalo: Sebuah Studi Komparatik. Tesis Program Studi Pengkajian Amerika Pasca Sarjana UGM, Yogyakarta
Madjowa, Verianto. 2006. “Kisah Orang Gorontalo”.
Magnis Suseno, Franz. 2002. “Agama, Humanisme, dan Masa Depan Tuhan”. Dalam Basis No. 95-06 yahun ke-51 Mei-Juni.
Pettit. Philip. 1997. The Concept of Structuralism. A Critical Analysis. USA. California. University Press.
Pas Octavio. 1997. Levi Strauss Empu Anthropologi Structural, terjemahan Landung Simatupang. Yogyakarta: LKis
Piaget, Jean. 1995. Le Structuralisme. Terj. Hermoyo. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Rossi, ino. 1973. Structuralism an Scientific Method, dalam The Unconscious in Culture. The structuralism of Claude Levi Strauss in perspective. New York. E.P. Button & Co. Mc.
Santo, de John. 1997. Mitos Dukun dan Sihir Claude Levi-Strauss. Yogyakarta: Kanisius.
Saussure, Ferdinand de. 1996. Pengantar Linguistik Umum. Terj. Rahayu S. Hidayat. Yogyakarta: Gamma Press.
Semi, Atar. 1984. Kritik Sastra. Bandung: Angkasa
Suwardi. 2007. Makna Simbolik Dewi Sri dalam Masyarakat jawa Kajian Model Linguistik Levi-Strauss. (Artikel). Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Teeuw, A. 1984. Sastra dan Ilmu sastra. Jakarta. Pustaka Jaya
Tuloli, Nani. 2003. Puisi Lisan Gorontalo. Jakarta: Pusat Bahasa
Van Peursen, CA. 1978. Strategi Kebudayaan. Yogyakarta. Kanisius.
Udasmara, Wening. 1996. Mitos Roro Jonggrang dalam Babad Prambanan dan Mitos Roro Mendut dalam Serat Pranacitra Interpretasi dengan teori Strukturalisme Levi Strauss. Tesis Program Pasca Sarjana Fakultas Sastra UGM, Yogyakarta.
Widada, Rh. 2009. Saussure Untuk Sastra Sebuah Metode Kritik Sastra Struktural. Yogyakarta: Jalasutra.
Zainal. 2008. Bukan Laki-laki Biasa (Makna Tubuh, Hubungan Romantis dan Mitos Kecantikan Calabai di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan). (Tesis). Yogyakarta: Fakultas Ilmu Budaya UGM.
Zulkipli. 2007. Janjia Lo U Duluwo. Laporan pertanggungjawaban tertulis penciptaan seni
program studi Magister Penciptaan dan Penkajian Seni Institut Seni Indonesia
Yogyakarta minat utama Teater.
Julianti. 2011. Gorontalo Merdeka(by: Gorontalo). Dalam
http://kejayaanGorontalo.blogspot.com/.
Almudra, Mahyudin. 2010. Pengertian Legenda/Cerita Rakyat. Dalam http://www.adicita.com/artikel/detail/id/202/Pengertian-Legenda-Cerita-Rakyat.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

