Analisis Kinerja Keuangan Menggunakan Rasio Solvabilitas dan Likuiditas pada Kantor Kementerian Agama Kota Tarakan
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami kinerja keuangan Kementerian Agama Kota Tarakan berdasarkan rasio solvabilitas dan rasio likuiditas. Hasil analisis data disimpulkan bahwa kinerja keuangan Kementerian Agama Kota Tarakan didasarkan pada rasio solvabilitas yang diketahui sebesar 0,09 pada tahun 2012, artinya 0,09% dari total aset tetap Kementerian Agama Tarakan ditutupi oleh utang dari pihak lain. Pada 2013, kuota meningkat menjadi 2,91%. Hal ini menunjukkan kemampuan yang buruk untuk menggunakan aset untuk mengamankan dan membayar utang. Kemudian menurun pada tahun 2014 dan 2015, meningkat lagi pada tahun 2016, dan menurun lagi pada tahun 2017. Dari perhitungan debt ratio di atas dapat kita simpulkan bahwa nilai rasio yang rendah menunjukkan berkurangnya risiko perusahaan dalam memenuhi semua kewajibannya. Rasio output keuangan saat ini lebih dari 1,0 kali, menunjukkan bahwa Kementerian Agama Kota Tarakan memiliki kapasitas yang kuat untuk membayar kewajibannya, sesuai dengan hasil review rasio likuiditas tahun 2012. Karena rasio aset terhadap kewajiban adalah lebih tinggi dari kewajiban yang dipertahankan. Demikian pula, kemauan membayar utang 1,58 kali pada 2017. Namun, rasio lancar Kementerian Agama Kota Tarakan kurang dari 1,0 kali dari tahun 2013 hingga 2016, menimbulkan keraguan atas kemampuannya untuk membayar utang.
The purpose of this study was to evaluate and understand the financial performance of the Ministry of Religion of the City of Tarakan using the ratio of solvency to liquidity. As a result of data analysis, it was concluded that the financial performance of the Ministry of Religion of Tarakan City is based on the solvency ratio, it was found that the 2012 Debt to Asset Ratio was 0.09 meaning that 0.09% of all fixed assets of the Ministry of Religion Office of Tarakan City were funded by other parties' debts. In 2013 the value of the ratio increased to 2.91%, indicating that it was less able to utilize each of its assets to guarantee and pay off debts that were due. Then the decline in 2014 and 2015 increased again in 2016 and fell again in 2017. Based at the calculation of Debt to Asset Ratio above it may be concluded that the low ratio fee suggests a lower of the danger of the incapacity of the agency to pay all its obligations. The effects of the 2012 liquidity ratio evaluation display that the modern-day monetary overall performance ratio is greater than 1.zero times, the Tarakan City Ministry of Religion has a very good capacity to repay its obligations. Because the contrast of the belongings is more than the liabilities held. Likewise in 2017 with a debt reimbursement capability of 1.fifty eight times. However, the modern-day ratio of the Ministry of Religion of the City of Tarakan withinside the duration 2013-2016 become beneathneath 1.zero times, so its capacity to repay money owed become nonetheless questionable.
Downloads
References
Fahmi, Irham. (2012). Manajemen Kinerja: Tori dan Aplikasi. Bandung: ALFABETA.
Fraser, M. Lyn & Ormiston, Aileen. (2004). Terjemahan. Memahami Laporan Keuangan. Edisi Ketujuh. Jakarta: Penerbit Indeks.
Hanafi, S. & Halim, Abdul. (2012). Manajemen Keuangan (Daras-dasar Pembelanjaan). Yogyakarta: BPFE.
Harahap, S. Sofjan. (2013). Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. Cetakan Kesebelas. Jakarta: Rajawali Pers.
Hermawan, Asep. 2006. Metode Penelitian. Jakarta: Gramedia Widia Sarana.
Hery. (2012). Analisis Kinerja Manajemen: The Best Financial Analysis, Menilai Kinerja Manajemen Berdasarkan Rasio Keuangan. Jakarta: Gramedia Widiasarana.
Kasmir. (2012). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Mahmudi. (2010). Manajemen Kinerja Sektor Publik. Edisi Kedua. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Martono dan Harjito, Agus. (2005). Manajemen Keuangan. Yogyakarta: Ekonisia.
Moeljadi. (2006). Manajemen Keuangan: Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif. Edisi Kesatu. Malang: Bayumedia Publishing.
Munawir, Slamet. (2010). Analisa Laporan Keuangan. Edisi Keempat. Yogyakarta: Liberty.
Natalia, Desy, Samben, R. dan Musviyanti. (2012). Analisis rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas untuk mengukur kinerja keuangan pada PT. KUD Kopta Unit Tambang di Samarinda. Jurnal Penelitian, pp 1-17.
Riyanto, Bambang. (2008). Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta: Penerbit BPFE.
Pratama, I G B Angga dan I G B Wiksuana. (2016). Pengaruh ukuran perusahaan dan leverage terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel mediasi. E-Jurnal Manajemen Unud. 5 (2),1338-1367.
Syamsudin, Lukman. (2011). Manajemen Keuangan Perusahaan. Edisi Baru. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sariningsih, D. (2012). Analisis kinerja keuangan ditinjau dari rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas pada CV. Lembu Mada Nusantara di Samarinda. Jurnal Penelitian, pp 1-26.
Septiana, T. (2015). Analisis rasio solvabilitas terhadap laporan keuangan untuk menilai tingkat kinerja keuangan perusahaan (Studi Kasus PT. Mayora Indah, Tbk yang Terdaftar di BEI)”. Jurnal Penelitian, pp 1-15.
Sugiyarso, G. (2011). Manajemen Keuangan. Cetakan kedua. Yogyakarta: Media Persindo.
Warren, Reeve, E. Duchac, Suhardianto, Kalanjati, Jusuf, D. Djakman. (2014). Pengantar Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.
Weston, Fred, J dan Thomas, E Copeland. (2010). Manajemen Keuangan Jilid 2. Jakarta: Binarupa Aksara Publisher.
Wiguna, Randy Tresna. (2015). Pengaruh profitabilitas dan likuiditas terhadap kinerja keungan perusahaan (Studi kasus pada perusahaan transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011 – 2013. Tesis Widyatama.
Yrudani. (2015). Analisis kinerja keuangan ditinjau dari rasio likuiditas, solvabilitas, dan aktivitas pada PT. Perkebunan Nusantara V PKS Sei Rokan. Jurnal Penelitian, pp 1-8.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


