Peluang dan Tantangan Pengembangan Curug Gemawang sebagai Destinasi Ekowisata
Abstract
Pengembangan destinasi wisata semakin hari semakin menarik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peluang dan tantangan pengembangan destinasi ekowisata Curug Gemawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan analisis data SWOT sebagai perumusan strategi berdasarkan hasil identifikasi faktor internal dan eksternal pada objek yang telah diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan Curug Gemawang sangat berpeluang untuk dikembangkan menjadi destinasi ekowisata. Berdasarkan hasil analisis menggunakan analisis SWOT, disimpulkan bahwa analisis terhadap 13 (tiga belas) faktor internal, terdapat 12 (dua belas) faktor yang menjadi kekuatan yaitu keberadaan objek wisata yang memiliki ciri khas keunikan, akses yang mudah dijangkau, petunjuk arah yang memadai, lokasi yang aman, daya tarik, kebersihan, kenyamanan, fasilitas penunjang yang memadai, kepengelolaan, peran serta masyarakat, retribusi sebagai masukan keuangan, daya tarik atraksi wisatanya, dan daya dukung; 2) faktor yang masih lemah hanya di 1 (satu) faktor akomodasi penginapan yang belum tersedia di sekitar lokasi; 3) kemudian. Lalu untuk analisis faktor eksternal, terdapat 3 (tiga) faktor sebagai peluang. yakni pangsa pasar untuk semua umur, promosi yang sudah dilakukan, daya saing terhadap objek wisata lainnya, dan wisatawan; serta 4) adanya 2 (dua) faktor sebagai ancaman yaitu belum maksimalnya pemanfaatan teknologi sebagai sarana pengelolaan hingga promosi, selain itu belum adanya regulasi pengelolaan wisata yang paten.
The development of tourist destinations is increasingly attractive. This article aims to examine the opportunities and challenges of developing Curug Gemawang ecotourism destinations. The research uses a descriptive qualitative approach, with data analysis using SWOT analysis as a strategy formulation based on the results of the identification of internal and external factors on the object that has been studied. The results of this study indicate that Curug Gemawang is very likely to be developed into an ecotourism destination. Based on the results of the analysis using SWOT analysis, it is concluded that: 1) analysis of 13 (thirteen) internal factors, there are 12 (twelve) factors that become strengths, namely the existence of tourist objects that have unique characteristics, easy access, good directions. adequate, safe location, attractiveness, cleanliness, comfort, adequate supporting facilities, management, community participation, retribution as financial input, attractiveness of tourist attractions, and carrying capacity; 2) factors that are still weak in only 1 (one) factor of lodging accommodation that is not yet available in the vicinity of the location; 3) then for the analysis of external factors, there are 3 (three) factors as opportunities, namely market share for all ages, promotions that have been carried out, competitiveness against other tourist objects, and tourists; and 4) there are 2 (two) factors as threats, namely the not yet maximal use of technology as a means of management to promotion, besides that there is no patent tourism management regulation.
Downloads
References
Ariyanto, A., Sudarsono, A., & Akbar, M. F. (2020). Pengembangan Potensi Destinasi Wisata Curug Angkrek melalui Media Sosial di Kp . Cimuncang , Desa Karangnunggal , Kabupaten. BAKTIMAS : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 2(2), 95–99.
Azwar, S. (2015). Metodologi Penelitian. Pustaka Pelajar.
Damiasih, & Yunita, R. E. (2017). Pengelolaan Goa Tanding Sebagai Ekowisata di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta. 25–38.
Devy, H. A., & Soemanto, R. B. (2017). Pengembangan obyek dan daya tarik wisata alam sebagai daerah tujuan wisata di Kabupaten Karanganyar. Jurnal sosiologi dilema, 32(1), 34-44.
Fujiyama, R. A. W., & Wipranata, I. (2020). Evaluasi Strategi Pengelolaan Wisata Alam Kawasan Curug Luhur, Kabupaten Bogor. STUPA: Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur, 2(1), 1167–1188. https://doi.org/10.24912/stupa.v2i1.7274
Hermawan, H. (2017). Pengaruh daya tarik wisata, keselamatan, dan sarana wisata terhadap kepuasan serta dampaknya terhadap loyalitas wisatawan: studi Community Based Tourism di Gunung Api Purba Nglanggeran. Media Wisata, 15(1).
Isdarmanto, & Soebyanto, O. (2018). Analisis Potensi Pantai Glagah Sebagai Ekowisata Unggulan di Kabupaten Kulon Progo. Kepariwisataan, 12(2), 1–12.
Kusmayadi, Sugiarto E, (2000). Metodologi penelitian dalam bidang kepariwisataan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Marpaung, Happy (2000). Pengetahuan kepariwistaan. Bandung: Alfabeta.
Mohamad, N., & Lahay, R. (2021). Analisis Nilai Kelestarian Lingkungan Obyek Wisata Tasik Ria Berdasarkan Willingness To Pay. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 7(4), 277-282. doi:10.32884/ideas.v7i4.47.
Oktaviani, W. F., & Fatchiya, A. (2019). Efektivitas Penggunaan Media Sosial Sebagai Media Promosi Wisata Umbul Ponggok, Kabupaten Klaten. Jurnal Komunikasi Pembangunan, 17(1), 13-27.
Pulungan, M. S. (2013). Optimalisasi Pengembangan Potensi Ekowisata sebagai Objek Wisata Andalan di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal Bina Praja, 5(3), 205–214.
Rangkuti, F. (2017). Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus Bisnis. Cara Perhitungan Bobot,Rating, dan OCAI. Gramedia Pustaka Utama.
Satori, D., & Komariah, A. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif. Alfabeta.
Subejo, S., Chamidah, N., Nirmalasari, N., Suyoto, S., Hariadi, S. S., Muhamad, M., ... & Isamayana, I. (2021). Strategi Komunikasi Dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pengembangan Ketahanan Desa Wisata Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Cirebon. Jurnal Ketahanan Nasional, 27(1), 90-111.
Sugiyono. (2016). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Susilo. (2018). Konsep Partisipasi Masyarakat Dieng Dalam Pelaksanaan Program Pengembangan Pariwisata. Kepariwisataaan, 12(3).
Triyono, J., Damiasih, & Sudiro, S. (2018). Pengaruh Daya Tarik dan Promosi Wisata Terhadap Kepuasaan Pengunjung Kampoeng Wisata di Desa Melikan Kabupaten Klaten. Kepariwisataan, 12(1), 2018.
Undang-Undang No 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan. (2019). Republik Indonesia.
Yulianto, A., & Kumalaningrum, A. (2020). Potensi Pengembangan Destinasi Wisata Umbul Pluneng Di Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Khasanah Ilmu : Jurnal Pariwisata Dan Budaya, 1(1), 50–60. https://doi.org/10.31294/khi.v11i1.7957
Zulianto, R. A., & Prasetyoningsih, N. (2020). Urgensi Penguatan Payung Hukum dalam Pengembangan Objek Wisata di Kabupaten Jepara. Media of Law and Sharia, 1(2), 119-132.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

