Adat Perkawinan Beda Kasta dalam Perspektif Hak Asasi Manusi di Kei, Maluku Tenggara

  • Helena Jalnuhuubun Universitas pattimura
  • Fricean Tutuarima Universitas Pattimura Ambon
  • Ridwan Hatala Universitas Pattimura Ambon

Abstract

Penelitian ini merupakan suatu penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat adat desa taar tentang bagaimana dampak perkawinan beda kasta dipandang dari perspektif hak asasi manusia dan untuk mengetahui bagaimana solusi tentang perkawinan beda kasta di Kei sebagai tujuan menegakan hak asasi manusia yang ada. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Taar Kecamatan pulau dullah selatan Kota Tual. Pengambilan data primer dilakukan malalui wawancara terhadap sejumlah informan yang dianggap mengetahui perkawinan beda kasta yang terjadi di Desa Taar. Hasil dari penelitian ditemukan bahwa perkawinan beda kasta adalah suatu perkawinan yang di larang atau perkawinan beda kasta adalah pelanggaran adat pada Desa Taar, pasangan yang melaksanakan perkawinan beda kasta akan merasakan dampak yang sangat besar dalam kehidupannya. Solusi untuk perkawinan beda kasta adalah masyarakat harus mengerti aturan adat agar tidak ada pelanggaran adat yang ditemukan.


 


This research is a qualitative descriptive study that aims to find out how the perception of the indigenous people of Taar village about the impact of inter-caste marriage from the perspective of human rights and to find out how the solution to inter-caste marriage in Kei is to uphold existing human rights. This research was conducted in Taar Village, Dullah Island District, South of Tual City. Primary data collection was carried out through interviews with a number of informants who were considered to know about inter-caste marriages that occurred in Taar Village. The results of the study found that inter-caste marriage is a marriage that is prohibited or inter-caste marriage is a violation of customs in Taar Village, couples who carry out caste-different marriages will feel a very big impact in their lives. The solution for inter-caste marriages is that people must understand customary rules so that no customary violations are found.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Achmadi, Abu dan Narbuko Cholid. (2013). Metodologi Penelitian.Jakarta: Bumi Aksara
Amin, Musyaffa, and Ash Shabah. 2020. Perkawinan Sebagai HAM. 11(2): 25–33.
Arikunto,S. 2008.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: RinekaKarya
Ibnu khaldum,2000. Muqaddimah Ibnu Khaldum, Terjemahan oleh Ahmadie Thuha,cet.IV.Jakarta:Pustaka Firdaus
Imam Sudayat, Hukum Adat Sketsa Asas (Yogyakarta, Penerbit LIBERTY, 1981)
Lari, Kawin, Menurut Hukum, and Adat Larvul. 2019. Kawin Lari Menurut Hukum Adat Larvul Ngabal. Patriot 12(2): 52–74.
Luhulima, Muhammad, Fricean Tutuarima, and Aisa Abas. 2021. Eksitensi Hukum Cambuk (Mihita La Ua Uatto) Dalam Masyarakat Adat Iha-Ulupia Dikaji Dalam Prespektif Hak Asasi Manusia (HAM). Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya 7(3): 151.
Metro, Universitas Muhammadiyah. 2014. Formulasi Perkawinan Adat Lampung Dalam Bentuk Peraturan Daerah Dan Relevansinya Terhadap Hak Asasi Manusia Prima Angkupi Pendahuluan Konsep Otonomi Daerah Membuat Pemerintah Daerah Memiliki Kewenangan Yang Luar Biasa Untuk Merencanakan , Merumuskan , Mel. 49(1).
Miles, M.B & Huberman A.M. 1984, Analisis Data Kualitatif. Terjemahan oleh Tjetjep Rohendi Rohidi. 1992. Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia.
SANTOSO, M. B. (2016). Lgbt Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia. Share : Social Work Journal, 6(2), 220. https://doi.org/10.24198/share.v6i2.13206
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Published
2022-05-25
How to Cite
JALNUHUUBUN, Helena; TUTUARIMA, Fricean; HATALA, Ridwan. Adat Perkawinan Beda Kasta dalam Perspektif Hak Asasi Manusi di Kei, Maluku Tenggara. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, [S.l.], v. 8, n. 2, p. 589-594, may 2022. ISSN 2656-940X. Available at: <https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/770>. Date accessed: 06 july 2022. doi: https://doi.org/10.32884/ideas.v8i2.770.