The Importance of Local Wisdom in Higher Education as a Philosophy of Strengthening the Character of State Defense

  • Sudaryatie Sudaryatie Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta
  • Wahyu Wibowo Eko Yulianto Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta
  • Hani Subagio Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta
  • Danang Prasetyo Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Abstract

This paper seeks to describe the existence of local wisdom values that can be used as teaching materials to strengthen the character of defending the state through state defence courses in universities, as well as to attempt to provide an understanding that protecting the country is a necessity for peoples lives as individuals and citizens of a country so that state defence implementation is based on awareness and sincerity, rather than coercion or doctrine. This study is the outcome of descriptive qualitative research using primary data sources from interviews with numerous course professors and students. Secondary data sources include papers, manuscripts of scientific journal articles, internet media stories, and relevant literature on the Philosophy of Strengthening. The findings of this study point to the incorporation of local wisdom values that exist among the people of Yogyakarta as the key material for state defence training. These ideals are frequently heard by the general public as life slogans, such as (1) gandeng gendong; (2) ngluruk tanpa bala, menang tanpa ngasorake, sekti tanpa aji-aji, sugih tanpa bandha; dan (3) durung menang yen durung wani kalah, durung unggul yen durung wani asor, durung gedhe yen durung wani cilik. These character values ​​will be understood collectively and practised in daily life in the context of student participation in non-physical efforts to defend the country.


Tulisan ini bertujuan memaparkan keberadaan nilai kearifan lokal yang dapat dijadikan materi ajar penguatan karakter bela negara melalui mata kuliah bela negara di perguruan tinggi. Tulisan ini merupakan hasil penelitian kualitatif deskriptif dengan sumber data primer berasal dari wawancara terhadap dosen pengampu mata kuliah, mahasiswa. Selanjutnya data sekunder berasal dari dokumen-dokumen, naskah publikasi jurnal ilmiah, berita media online, dan literatur yang relevan. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengintegrasian nilai kearifan lokal yang hidup di masyarakat Yogyakarta untuk dijadikan materi ajar mata kuliah bela negara. Adapun nilai-nilai tersebut sering didengar masyarakat luas sebagai slogan hidup, seperti (1) gandeng gendong; (2) ngluruk tanpa bala, menang tanpa ngasorake, sekti tanpa aji-aji, sugih tanpa bandha; dan (3) durung menang yen durung wani kalah, durung unggul yen durung wani asor, durung gedhe yen durung wani cilik. Nilai karakter tersebut akan dipahami bersama, dan diamalkan dalam kehidupan seharai-hari dalam rangka peran serta mahasiswa dalam upaya bela negara secara non-fisik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Balaya, A. N., & Zafi, A. A. (2020). Peranan kearifan dalam pembentukan karakter peserta didik. Journal of Civics and Education Studies, 7(1), 27–34. https://doi.org/10.32493/jpkn.v7i1.y2020.p27-34
Budiyono. (2017). Memperkokoh Idiologi Negara Pancasila Melalui Bela Negara. Citizenship Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan, 5(1), 55–63. https://doi.org/10.25273/citizenship.v5i1.1148
Budiyono, & Feriandi, Y. A. (2017). Menggali Nilai Nilai Kearifan Lokal Budaya Jawa Sebagai Sumber Pendidikan Karakter. Prosiding SNBK (Seminar Nasional Bimbingan Dan Konseling) FKIP Universitas PGRI Madiun, 1(1), 92–103. http://regional.kompas.com/read/201
Effendi, M. I., Suharsono, Saepudin, A., Wisaksono, B., Utomo, H. J. N., Soepardi, A., Purwiyanto, Poerwanto, M. E., Suranto, & Mahreni. (2021). Buku Ajar Bela Negara dan Wimaya UPN Veteran Yogyakarta.
Fimansyah, W. (2020). Internalisasi Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Minangkabau untuk Generasi Muda. Buddayah: Jurnal Pendidikan Antropologi, 2(2), 97–104.
Goenawan, R., & Harnoko, D. (1993). Sejarah Sosial Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, Mobilitas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta Periode Awal Abad Duapuluhan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional. http://repositori.kemdikbud.go.id/7683/1/Sejarah Sosial Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta.pdf
iainsalatiga. (2017). Menang Tanpa Ngasorake. Https://Iainsalatiga.Ac.Id. https://iainsalatiga.ac.id/web/2017/09/menang-tanpa-ngasorake/
Irfani, A. (2016). Nasionalisme Bangsa dan Melunturnya Semangat Bela Negara. Al-Hikmah, 10(2), 135–145. https://doi.org/10.24260/al-hikmah.v10i2.613
Istiawati, N. F. (2016). Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal Adat Ammatoa dalam Menumbuhkan Karakter Konservasi. Cendekia, 10(1), 1–18.
Kaimuddin. (2019). Pembelajaran Kearifan Lokal. Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Muslim Maros, 1, 73–80.
Kariadi, D. (2016). Revitalisasi Nilai-Nilai Edukatif Pendidikan Kewarganegaraan untuk Membangun Masyarakat Berwawasan Global Berjiwa Nasionalis. Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia), 1(1), 14–23. https://doi.org/10.26737/jpipsi.v1i1.112
Khairuddin. (1998). Filsafat Kota Yogyakarta. Penerbit Liberty.
Matondang, E. (2015). Kurikulum Bela Negara di Tingkat Pendidikan Tinggi: Prospektif Ketimpangan dalam Sistem Pertahanan Indonesia the Defending the State Curriculum in High Education Level: the Prospective of Imbalances in Indonesian Defense System. Jurnal Pertahanan, 5(3), 21–42. www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/20/151022_indonesia_bela_negara
Muhammad, F., & Yosefin, Y. (2021). Peran Kearifan Lokal pada Pendidikan Karakter di Masa Pandemi (Suatu Kajian Studi Literatur Manajemen Pendidikan & Ilmu Sosial). Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial, 2(2), 519–528.
Murdi, L. (2017). Sejarah Lokal dan Pendidikan Karakter (Tinjauan dalam Kearifan Lokal Masyarakat Sasak Lombok). Fajar Historia, 1(1), 42–54.
Musafiri, M. R. Al, Utaya, S., & Astina, I. K. (2016). Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Suku Using. Universitas Negeri Malang. http://ap.fip.um.ac.id/wp-content/uploads/2016/03/19-M.-Rizqon-Al-Musafiri-Sugeng-Utaya-I-Komang-Astina.pdf
Noor, A. F. (2016). Pendidikan Kewarganegaraan melalui Program Bela Negara: Perspektif Mahasiswa Mencintai Tanah Air dan Bangsa (Studi Kasus Mahasiswa Program Studi PGSD Universitas Muhammadiyah Palangkaraya). Pedagogik: Jurnal Pendidikan, 11(2), 1–8. https://doi.org/10.33084/pedagogik.v11i2.417
Noor, U. M. (2020). Persepsi Penerapan Wajib Militer Guna Meningkatkan Pendidikan Bela Negara. Widya Yuridika: Jurnal Hukum, 3(1), 61–70. https://doi.org/10.31328/wy.v3i1.1189
Permana, D. S. (2018). Implementasi Proses Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Bagi Pengembangan Semangat Bela Negara Mahasiswa. Pro Patria: Jurnal Pendidikan, Kewarganegaraan, Hukum, Sosial, Dan Politik, 1(1), 62–76. https://doi.org/10.47080/propatria.v1i1.144
Pratiwi, D. L. (2016). Yogyakarta City of Philosophy: Pemerintah Daerah DIY dalam Mewujudkan Yogyakarta sebagai Warisan Budaya Dunia. Mayangkara: Buletin Pelestarian Warisan Budaya Dan Cagar Budaya, 2, 1–25.
Rahayu, M., Farida, R., & Apriana, A. (2019). Kesadaran Bela Negara Pada Mahasiswa. Epigram, 16(2), 175–180. https://doi.org/10.32722/epi.v16i2.2232
Rahmat, N. (2018). Pendidikan Karakter Melalui Nilai Kearifan Lokal di Era Global. Prosiding Seminar Nasional 21 Universitas PGRI Palembang, 82–87.
Rijali, A. (2019). Analisis Data Kualitatif [Qualitative Data Analysis]. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81–95.
Ritta. (2020). Jambore dan Olimpiade Nasional Bela Negara 24 Perguruan Tinggi Kuatkan Nilai Bela Negara. Upnyk.Ac.Id. https://upnyk.ac.id/berita/jambore-dan-olimpiade-nasional-bela-negara-24-perguruan-tinggi-kuatkan-nilai-bela-negara
Rukiyati, R., & Purwastuti, L. A. (2016). Model Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal pada Sekolah Dasar Di Bantul Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Karakter, 6(1), 130–142. https://doi.org/10.21831/jpk.v0i1.10743
Satori, D., & Komariah, A. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif. Alfabeta.
Sitanggang Gusar, M. R., & Sianturi, M. F. (2021). Revitalisasi Mangharoani sebagai Kearifan Lokal Batak Toba yang Terabaikan. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, 7(4), 213. https://doi.org/10.32884/ideas.v7i4.514
Suharsono, B. (2021). Tata Nilai Budaya Yogyakarta. In Paniradya Pati Kaistimewan: Vol. (Issue). Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. https://www.mendeley.com/catalogue/1f5518d3-941f-3b1f-be1e-e4755b28ce75/?utm_source=desktop&utm_medium=1.19.8&utm_campaign=open_catalog&userDocumentId=%7B11fb8a2f-5d25-4de2-bf3f-dce8289dd275%7D
Sumawijaya, S., & Berantas, S. (2015). Upaya Bela Negara Melalui Pendidikan Sejarah. Jurnal Pertahanan & Bela Negara, 5(3), 43–62. https://doi.org/10.33172/jpbh.v5i3.369
Suwandoko, S., Yasnanto, Y., & Widiyanto, D. (2020). Penguatan Sikap Bela Negara Siswa dalam Menangkal Radikalisme. Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan, 1(1), 25. https://doi.org/10.31002/kalacakra.v1i1.2688
TuguJogja. (2021). UPNVY Tekankan Pentingnya Jaga dan Implementasikan Nilai Bela Negara. Kumparan.Com. https://kumparan.com/tugujogja/upnvy-tekankan-pentingnya-jaga-dan-implementasikan-nilai-bela-negara-1x8pPZCxhJk/full
Umra, S. I. (2019). Penerapan Konsep Bela Negara, Nasionalisme Atau Militerisasi Warga Negara. Jurnal Lex Renaissance, 1(4), 164–178. https://doi.org/10.20885/jlr.vol4.iss1.art9
Wijayanto J., R., & Marzuki, M. (2018). Pendidikan Bela Negara Sebagai Tonggak Peradaban Jiwa Patriotisme Generasi Muda. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 3(2), 186–191. https://doi.org/10.17977/um019v3i2p186-191
Yosefa Lemianti, Nuwa, G., & Klapet, P. (2020). Nilai-Nilai Kearifan Lokal Gong Waning Pada Masyarakat Etnis Sikka Krowe Sebagai Sumber Pendidikan Karakter. EduTeach: Jurnal Edukasi Dan Teknologi Pembelajaran, 1(2), 48–53.
Published
2022-08-11
How to Cite
SUDARYATIE, Sudaryatie et al. The Importance of Local Wisdom in Higher Education as a Philosophy of Strengthening the Character of State Defense. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, [S.l.], v. 8, n. 3, p. 707-716, aug. 2022. ISSN 2656-940X. Available at: <https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/776>. Date accessed: 28 sep. 2022. doi: https://doi.org/10.32884/ideas.v8i3.776.