Pendekatan Autoetnografi dalam Mengkaji Perhiasan sebagai Identitas Perempuan Urban Jakarta

  • Dhyani Widiyanti Dharma University, Indonesia

Abstract

Perempuan urban adalah perempuan yang dipenuhi komplektitas, yang selain adanya sejumlah hal yang mengandung unsur konstruksi budaya patriarki, juga memiliki tegangan terkait identitas kulturalnya. Salah satu cara untuk merepresentasikan identitas tersebut adalah dengan melalui fashion yang dikenakannya, yang dalam penelitian ini, secara spesifik, adalah perhiasan. Pertanyaan tentang identitas perempuan urban Jakarta yang direpresentasikan melalui perhiasan ini didekati dengan metode autoetnografi dengan teknik pengumpulan data yang melibatkan observasi, wawancara mendalam, serta studi literatur yang terkait dengan konsep-konsep seperti representasi, identitas, dan dekonstruksi. Berdasarkan observasi dan wawancara mendalami terhadap lima orang perempuan urban dan pembacaan diri penulis dengan metode autoetnografi, ditambah dengan penerapan konsepsi representasi, identitas, dan dekonstruksi, ditemukan bahwa identitas perempuan urban Jakarta dibentuk salah satunya oleh perhiasan yang digunakan, namun sifat identitas tersebut cenderung kontradiktif, tidak tegas, menyebar, dan manasuka (arbitrary). Selain itu, identitas perempuan urban Jakarta secara dekonstruktif direpresentasikan melalui perhiasan sebagai manipulasi citra untuk mendapat pengakuan maupun dukungan dalam bentuk nyata maupun simbolis. Upaya konkret dari manipulasi citra ini bisa dilihat dari berbagai tindakan yang terhubung dengan konsepsi menyuntik diri.


 


Urban women are full of complexities, which retain elements of patriarchal cultural construction and tensions related to their cultural identity. One way to represent this identity is through the fashion they wear, including, specifically in this study, jewellery. The question about the representation of the identity of urban women in Jakarta, Indonesia, through jewellery is approached using the autoethnographic method with data collection techniques that involve observation, in-depth interviews, and literature studies related to concepts such as representation, identity, and deconstruction. Based on in-depth observations and interviews with five urban women and analysis using the autoethnographic method, coupled with the application of the conceptions of representation, identity, and deconstruction, it was found that the identity of urban women in Jakarta was shaped by the jewellery they used. However, the nature of the identity tends to be contradictory, indeterminate, diffuse, and arbitrary. In addition, the identity of urban women in Jakarta is deconstructively represented through jewellery as an image manipulation to gain recognition and support in tangible and symbolic forms. The concrete efforts of this image manipulation can be seen from the various actions related to the concept of self-injecting.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Assael, H. (1998). Consumer Behavior and Marketing Action (6th ed.). South-Western Publishing Co.
Hall, S. (1996). Questions of Cultural Identity. SAGE Publications.
Hall, S. (2003). Representation: Cultural Representation and Signifying Practices. SAGE Publications.
Hayler, M. (2011). Autoethnography: Self Narrative and Teacher Education. Sense Publishers.
Jensen, L. A., Arnett, J. J., & McKenzie, J. (2011). Globalization and Cultural Identity. In Handbook of Identity Theory and Research (pp. 285–301). Springer New York. https://doi.org/10.1007/978-1-4419-7988-9_13
Maslow, A. H. (1943). A theory of human motivation. Psychological Review, 50(4), 370–396. https://doi.org/10.1037/h0054346
Prabasmoro, A. P. (2003). Becoming White: Representasi Ras, Kelas, Femininitas, dan Globalitas dalam Iklan Sabun . Jalasutra.
Saukko, P. (2003a). Genealogical Analysis. In Doing Research in Cultural Studies (pp. 115–134). SAGE Publications Ltd. https://doi.org/10.4135/9781849209021.n7
Saukko, P. (2003b). On Deconstruction and Beyond. In Doing Research in Cultural Studies (pp. 135–152). SAGE Publications Ltd. https://doi.org/10.4135/9781849209021.n8
Wibowo, D. E. (2012). Peran Ganda Perempuan dan Kesetaraan Gender. Muwazah: Jurnal Kajian Gender, 3(1).
Willis, P. E., Jones, S., Canaan, J., & Hurd, G. (1990). Common Culture: Symbolic Work at Play in the Everyday Cultures of the Young. Open University Press.
Published
2022-05-20
How to Cite
WIDIYANTI, Dhyani. Pendekatan Autoetnografi dalam Mengkaji Perhiasan sebagai Identitas Perempuan Urban Jakarta. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, [S.l.], v. 8, n. 2, p. 549-558, may 2022. ISSN 2656-940X. Available at: <https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/807>. Date accessed: 06 july 2022. doi: https://doi.org/10.32884/ideas.v8i2.807.