Strategi Pengembangan Empat Pilar Kebangsaan Terhadap Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dan Generasi Bangsa Indonesia di Provinsi Sumatera Utara

  • Kadir Johnson Rajagukguk Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Politik Universitas Terbuka
  • Rulinawaty Rulinawaty Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Politik Universitas Terbuka
  • Faizal Madya Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Politik Universitas Terbuka

Abstract

Four pillars of nationality are strong pillars so that the Indonesian people feel comfortable, safe, peaceful, and prosperous and avoid various kinds of disturbances and disasters. Pillars as a support for a building stand firmly. The fragile pillars cause the building to collapse easily. It is very important efforts to reconstruct the four pillars of the national MPR to provide a concept that becomes an integrative, comprehensive Indonesia, and becomes the basis for advancing national unity. The four pillars of nationality or MPR are: Pancasila as the National Ideology, the 1945 Constitution as the state constitution, the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI) as the Form of the State, and Bhinneka Tunggal Ika as the National Motto. This research uses a qualitative approach with a case study method. The informants are ASN, the private sector, community leaders, youth, students, the younger generation, community members and related parties in Toba Regency, North Sumatra.The study show that socialization is a shared responsibility by carrying out the stages. Education as the formation of national character is a strategic step and the expectations of the community are related to the 4 (four) Pillars of the MPR RI, namely upholding the value of national unity and integrity above personal or group interests.


Empat pilar kebangsaan merupakan tiang penyangga yang bertujuan agar rakyat Indonesia merasa nyaman, aman, tentram dan sejahtera serta menghndar terjadinya gangguan dan bencana. Pilar pada prinsipnya merupakan tiang penyangga bangunan agar dapat berdiri kokoh. Risiko tiang rapuh adalah bangunan akan mudah roboh. Oleh karena itu, upaya untuk merekonstruksi empat pilar MPR dalam kehidupan kebangsaan sangatlah penting. Tujuannya adalah memberikan konsep yang menjadi Indonesia yang integrative, komprehensif, dan sekaligus menjadi landasan untuk memajukan persatuan bangsa. Empat pilar kebangsaan atau MPR tersebut adalah: Pancasila sebagai Ideologi Nasional, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai Konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Motto Nasional. Sasaran Penelitian ini adalah ASN, swasta, tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, generasi muda, warga masyarakat dan pihak-pihak yang terkait yang mewakili unsur-unsur masyarakat di Kabupaten Toba Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sosialasasi menjadi tanggung jawab bersama dengan melaksanakan tahapan-tahapanya. Pendidikan sebagai salah satu upaya pembentukan karakter bangsa adalah suatu langkah yang strategis dan harapan dari masyarakat berkaitan dengan 4 (empat) pilar MPR RI yaitu menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan.


 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ang, S., & Dyne, L. V. (2008). Conceptualization of Cultural Intelligence: Definition, Distinctiveness and Nomological Network. Dalam S. Ang, & L. V. Dyne, Handbook of Cultural Intelligence: Theory, Measurement and Applications. New York: Sharpe.Inc.
Adya Barata, Acep. (2004). Dasar-dasar Pelayanan Prima. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Asshiddiqie, Jimly. "Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia" (PDF). Ideologi, Pancasila, dan Konstitusi. Diakses tanggal 1 Februari 2021
Banks, J. A. (2017). Failed citizenship and transformative civic education. Educational Researcher, 46(7), 366-377.
Bonikowski, B. (2016). Nationalism in settled times. Annual Review of Sociology, 42, 427-449.
CEFIL. (2013). Civic Education for Future Indonesian Leaders (CEFIL).Yogyakarta: Satu Nama dan Konrad Adenauer Stiftung.
Bogdan, Robert C. Dan S. Knoop Biklen. (1994). Qualitative Recearch for Education, An Introduction to Theory and Methods. Boston: Allyn and Bacon,
Cangara, Hafied. (2017). Perencanaan & Strategi Komunikasi. Edisi Revisi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Cutlip, Scoot M., Allen H. Center, dan Glen M. Broom. (2011). Effective Public Relations, Edisi Kesembilan. Jakarta: Kencana.
CFG.Sunaryati Hartono. (1982). Ekonomi Pembangunan Indonesia. Bandung: Bina Cipta.
Danju, I. (2015). A content analysis of citizenship education. Global Journal on Humanites & Social Sciences, 4(1), 167-173.
Djama’an, Satori & Aan, Komariah. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Fukuyama, Francis. (2005). Memperkuat Negara Tata Pemerintahan dan Tata Dunia Abad 21, alih bahasa A. Zaim Rofiqi. Jakarta: PT Gramedia.
Kennedy, K. J. (2012). Global trends in civic and citizenship education: What are the lessons for nation states? Education Sciences, 2(3), 121-135
Ministry of Home Affair. (2012). Peraturan Menteri dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendidikan Wawasan Kebangsaan. Jakarta: Ministry of Home Affair.
Morgenthau, H. J. (1997). Politik Antar Bangsa. Jakarta: Bina Cipta.
Sánchez, M., & Noblit, G. W. (2016). Education without nationalism: Locating leadership when borders no longer hold. Dalam R. Papa, & W. F, Educational leaders without borders (hal. 39-62). Switzerland: Springer.
Hanapiah, Pipin (2006). "Aktualisasi_Pancasila_untuk_Persatuan_Bangsa"(PDF). Aktualisasi Pancasila untuk Persatuan Bangsa. Diakses tanggal 1 Februari 2021.
Hasan, Erlina. 2005. Komunikasi Pemerintahan. Bandung: Rafika Aditama Lawang, Robert. 2004.
Jefkins, Frank & Daniel Yadin. 2003. Public Relations. Jakarta: Erlangga.
Kelembagaan Risetdikti (PDF). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011. Diakses tanggal 2 Februari 2021 12. a b "DPR". Undang Undang Dasar 1945. Diakses tanggal 02 Februarir 2021
Kwik Kian Gie. (2002). Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur dan Permukiman, Materi Kuliah Disampaikan Pada Studium General Institut Teknologi Bandung.
Moleong, J. Lexy. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Morissan. (2006). Manajemen Public Relations. Strategi Menjadi Humas Pengantar Sosiologi. Jakarta: Modul Universitas Terbuka.
Sarosa, Samiaji. (2012). Dasar-Dasar Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT. Index
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Soejono Soekanto dan Sri Mamuji. (2010). Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan Singkat, Jakarta: Raja Grafindo Pustaka.
Sri Redjeki Hartono. (2007). Hukum Ekonomi Indonesia. Malang: Bayu Media.
Published
2022-08-11
How to Cite
RAJAGUKGUK, Kadir Johnson; RULINAWATY, Rulinawaty; MADYA, Faizal. Strategi Pengembangan Empat Pilar Kebangsaan Terhadap Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dan Generasi Bangsa Indonesia di Provinsi Sumatera Utara. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, [S.l.], v. 8, n. 3, p. 773-780, aug. 2022. ISSN 2656-940X. Available at: <https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/927>. Date accessed: 28 sep. 2022. doi: https://doi.org/10.32884/ideas.v8i3.927.