Peran Perempuan dalam Tradisi Makan Bajamba pada Rumah Gadang Minangkabau
Abstract
Minangkabau is an ethnic group in West Sumatra with a matrilineal ideology. The tradition of eating bajamba is an activity that has many meanings and is closely related to the role of women. For this reason, this research was conducted to find out how the role of women and the meaning implied in the tradition of eating bajamba in the rumah gadang. The ethnographic research method was used to obtain literature and field data with a qualitative research approach and descriptive analysis. From the results of the study, it was found that the role of women greatly influenced the process and layout of the area when eating bajamba at the rumah gadang. Research findings can be used as a guide and preserve the implementation of Bajamba eating activities so that they are not eroded by time.
Minangkabau adalah kelompok suku-suku di Sumatera Barat yang berpaham matrilineal. Tradisi makan bajamba merupakan kegiatan yang memiliki banyak makna dan sangat berkaitan dengan peran perempuan, karenanya penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana peran perempuan dan makna yang tersirat dalam tradisi makan bajamba di rumah gadang. Metode penelitian etnografi digunakan untuk memperoleh data literatur dan lapangan dengan pendekatan penelitian kualitatif serta analisis deskriptif. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa peran perempuan sangat mempengaruhi proses dan tata letak area pada saat makan bajamba di rumah gadang. Temuan penelitian dapat dijadikan panduan serta melestarikan pelaksanakan kegiatan makan bajamba agar tidak tergerus oleh zaman.
Downloads
References
Bourdieu, P. (2017). Habitus. In Habitus: A Sense of Place. https://doi.org/10.4324/9781315253701-7
Dinas, K. S. B. (2019). Makan Bajamba. Retrieved from https://disbud.sumbarprov.go.id/details/news/156/makan-bajamba.html
Doni, K. K. (2022). Kawin Tangkap di Sumba dan Ketidakadilan Gender. 625–632. https://doi.org/10.32884/ideas.v8i2.795
Fitria, T. A. (2018). Pengaruh Seting Ruang Terhadap Perilaku Pengguna Dengan Pendekatan Behavioral Mapping. Jurnal Arsitektur Dan Perencanaan (JUARA). https://doi.org/10.31101/juara.v1i2.775
Gustina, M. (2019). Tradisi Makan Bajamba Dalam Alek Perkawinan Di Nagari Magek Provinsi Sumatera Barat. Jom FISIP, 6(2), 1–15.
Hafizh, A. (2018). Tradisi Makan Bajambau In Salo Timur Kecamatan Salo Timur Kabupaten Kampar. Jom Fisip, 5(2), 1–15.
Haqqi, A. N. (2017). Konsep Bundo Kanduang dalam Kebudayaan Minangkabau: Perspektif Filsafat Sejarah Arnold Joseph Toynbee. Unpublished Master Thesis, (Universitas Gadjah mada), 1–25.
Helfi, H., & Afriyani, D. (2020). Antara Bundo Kanduang Feminim Dan Realistis Di Minangkabau. AGENDA: Jurnal Analisis Gender Dan Agama, 2(1), 36. https://doi.org/10.31958/agenda.v2i1.1989
Mangihut, S. (2016). Teori Gado-Gado Pierre-Felix. Jurnal Studi Kultural, I(2), 79–82. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/223848-teori-gado-gado-pierre-felix-bourdieu.pdf
Pozo, L. M. (2020). Embodying Ethnographies from Feminist Perspectives. Revista Estudos Feministas. https://doi.org/10.1590/1806-9584-2020V28N358097
Schirato, T., & Roberts, M. (2020). The logic of practice. Bourdieu, 208–239. https://doi.org/10.4324/9781003115083-9
Setyoningrum, Y. (2013). Mempertanyakan Kesetaraan Gender: Bercermin Pada Ruang Hunian Tradisional Indonesia (Studi Kasus: Rumah Gadang Minangkabau). Retrieved from Academia.edu website: https://www.academia.edu/download/45018795/Mempertanyakan_Kesetaraan_Gender....pdf
Siddiq, M., & Salama, H. (2019). Etnografi Sebagai Teori Dan Metode. Kordinat: Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam, 18(1), 23–48. https://doi.org/10.15408/kordinat.v18i1.11471
Yulita, O., Anwar, K., Putra, D., Isa, M., & Yusup, M. (2021). Akulturasi Budaya Pernikahan Minangkabau dengan Transmigrasi Jawa di Kabupaten Solok Selatan Sumatera Barat. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 7(2), 1. https://doi.org/10.32884/ideas.v7i2.333
Yunarti, S. (2018). Inisiasi Posisi dan Peran Perempuan dalam Konteks Budaya Minangkabau. Jurnal Humanisma: Journal of Gender Studies, 2(1), 28–38.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

