Research Bugis-Makassar vs Padang Pariaman (Between Panai Money and Bajapuik Customs)

Abstract

The amount of the dowry and process causes of conflict in Bugis and Padang Pariaman traditional marriages and what values can be exchanged. This type of research is qualitative using a field research approach and historical and analysed using N-Vivo R1, ten informants involved. informants are representatives to answer the formulation of the problem. Based on the results of research, especially in the Bugis-Makassar community, disagreements will cause negative things such as marriages can be cancelled, debts, elopement, pregnancy out of wedlock and suicide, while in the Padang Pariaman community where the tradition of the woman giving some money to the man-men, and the men will do a manjalang event to change the dowry and the amount is more. The conclusion of the research in this process is that the potential for conflict that occur will be greater, due to differences in social status and the need for meaning of economic values.

Downloads

Download data is not yet available.

References

arim, a. a., & dian, h. (2022). perlawanan perempuan bugis dalam kumpulan cerita pendek ketika saatnya karya darmawati majid. Jurnal Bahasa dan sastra, 1-13.
Zuhri, A. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Media Press.
Arkanuddin, R. (2022). Pola Hubungan Etnik di Wilayah Perkotaan: Sebuah Studi di Kelurahan Tanjung Hulu Pontianak Kalimantan Barat. Jurnal Ideaspublishing, 9-16.
Huda, M., & Evanti, N. (2018). Uang Panaik Dalam Perkawinan Adat Bugis Perspektif Urf (Studi Kasus di Kelurahan Batu Besar Kecamatan Nongsa Kota Batam). Jurnal Hukum Keluarga Islam, 133-158.
Rammang, E. R., & Zeth, B. (2021). Uang Panai Pada Suku Bugis Makassar dan Implikasinya Bagi Orang Kristen. Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Konstektual, 21.
Yunus. (2018). Islam dan Budaya (Nilai-Nilai Islam Dalam Proses Pernikahan Masyarakat Bugis). Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 85-90.
Widiyanti, D. (2022). Pendekatan Autoetnografi Dalam Mengkaji Perhiasan Sebagai Identitas Perempuan Urban Jakarta. Jurnal Ideaspublishing, 549.
Widyawati. (2019). Makna Tradisi Uang Panai Dalam Adat Pernikahan Suku Bugis di Sungai Guntung Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Jurnal Jom Fisip, 1-12.
Jasad, U. J., & et al. (2021). Fenomena dan Implikasi Uang Panai Terhadap Pernikahan di Desa Datara Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto (Perspektif Dakwah Kultural). Jurnal Mercusuar, 22-37.
Anisa, H., & et al. (2021). Bajapuik Tradition the Traditional Marriage in Minangkabau. Birl E-Journal, 8-16.
Yanti, F., & et al. (2018). Adat Pernikahan Suku Bugis di Kelurahan Tagaraja Kecamatan Kateman Sungai Guntung Provinsi Riau. Historia, 103-104.
Putri, N. A., Saihan, K., & et al. (2021). Kedudukan Uang Panaik Sebagai Syarat Perkawinan Dalam Adat Suku Bugis Menurut Hukum Islam. Bhirawa Law Journal, 34-44.
Harmita, S., & et al. (2019). Uang Panai: Fenomena Pernikahan Adat Bugis (Dulu dan Kini). Palopo: Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Universitas Muhammadiyah Palopo.
Erni, Muhlis, S. N., & et al. (2020). Riset Budaya : Mempertahankan Tradisi di Tengah Krisis Moralitas. Dalam Erni, S. N. Muhlis, & dkk, Riset Budaya : Mempertahankan Tradisi di Tengah Krisis Moralitas (hal. 54). Parepare: IAIN Parepare Nusantara Press.
Ahsani, & et al. (2018). Uang Panai dan Tantangan Bagi Pemuda Bugis di Perantauan (Studi Kasus di Desa Wonggoloko Kec. Ladomi Kab. Kolaka Timur). Jurnal Neo Societal, 541-546.
Published
2022-11-11
How to Cite
USMAN, Musrayani. Research Bugis-Makassar vs Padang Pariaman (Between Panai Money and Bajapuik Customs). Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, [S.l.], v. 8, n. 4, p. 1305-1310, nov. 2022. ISSN 2656-940X. Available at: <https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/955>. Date accessed: 03 dec. 2022. doi: https://doi.org/10.32884/ideas.v8i4.955.