Akibat Hukum Jual Beli Tanah Tanpa Persetujuan Dalam Mewujudkan Kepastian Hukum

  • Riris Ari Sofia Universitas Jayabaya
  • Yuhelson Yuhelson Universitas Jayabaya
  • Felicitas Sri Marniati Universitas Jayabaya

Abstract

The break of marriage due to divorce, the joint property must be divided in half, ½ husband and ½ wife, with a divorce if the assets have not been divided then the transfer must be with the consent of both parties. But in reality, the transfer of rights to objects to other parties is without the consent of the ex-husband/ex-wife. The purpose of this study is to analyze the legal consequences of the deed of sale and purchase of joint assets without the consent of the ex-husband or ex-wife in a civil document. The method used in this research is normative juridical research, namely library law research or secondary data with sources of primary, secondary, and tertiary legal materials. From the results of the study Legal Consequences are an effect caused by law on an act committed by a legal subject. In the absence of approval, there is no transfer of rights, even if the transfer has occurred, cancellation can be requested, so that no legal relationship is born.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Cholid Narbuko dan Abu Achmadi, Metodelogi Penelitian, Bumi Aksara, Jakarta, 2007, hlm.5.
Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan Singkat, PT.
Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2007, hlm.1.
Zainuddin Ali, Metode Penelitian Hukum, Sinar Grafika, Jakarta, 2011, hlm.1.
Ni Wayan Nagining Sidianthi, Op.Cit, hlm. 16.
Kartini Muljadi dan Gunawan Widjaja (1), “Perikatan Pada Umumnya”, Rajawali Pers, Jakarta, 2004, hlm. 17.
R. Subekti, SH, “Aneka Perjanjian”, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung, 1995, hlm. 1.
Ashihatus Sholihah, “Pengertian Jual Beli, Hukum, Syarat dan Rukunnya”
https://www.dutadakwah.co.id/pengertian-jual-beli/, (diakses tanggal 15 September 2022, pukul 10.39 WIB)
R. Subekti, SH, Op.Cit, hlm. 2-3.
Salim HS, “Hukum Kontrak Teori dan Tehnik Penyusunan Kontrak”, Jakarta, Sinar Grafika, hlm. 49.
Ni Wayan Nagining Sidianthi , Op.Cit, hlm. 17.
Salim HS, Op.Cit. hlm. 33.
Ahmadi Miru, “Hukum Kontrak dan Perancangan Kontrak”, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2007, hlm. 69.
Abdul Kadir Muhammad , “Hukum Perkawinan”, Alumi, Bandung, 1982 , hlm. 20.
Effendi Perangin, “Praktek Jual Beli Tanah”, Rajawali Pers, Jakarta, hlm. 4.
Ary Patria Wisnu, “Akibat Hukum Penjualan Tanah Hak Milik Atas Harta Bersama Oleh Suami Tanpa Persetujuan Isteri”, Fakultas Hukum, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, 2022, hlm. 32-34.
Peter Mahmud Marzuki, “Penelitian Hukum”, Kencana, Jakarta, 2005, hlm. 89.
Waluyo Hanjarwadi, “Pajak Jual Beli Tanah, Jenis dan Cara Menghitungnya”, https://www.pajak.com/pajak/pajak-jual-beli-tanah-jenis-dan-cara-menghitungnya/, (diakses tanggal 21 Maret 2023, pukul 16.46)
Yulia Yusmita, “Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Dalam Lelang”, https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-kendari/baca-artikel/13403/Bea-Perolehan-Hak-atas-Tanah-dan-Bangunan-BPHTB-Dalam-Lelang.html, (diakses tanggal 22 Maret 2023, pukul 00.01 WIB)
Mark P. Thompson, “Modern Land Law”, First Published, Oxford University Press, New York, 2001, hlm. 88 – 89.
J.B Daliyo dan kawan - kawan, “Hukum Agraria I”, Cetakan 5, Prehallindo, Jakarta 2001 hlm. 80.
Chintya Agnisya Putri, “Efektivitas Pengecekan Sertifikat Terhadap Pencegahan Sengketa Tanah Dalam Proses Peralihan Hak Atas Tanah”, Jurnal Akta Volume 5 Nomor 1, Fakultas Hukum UNISSULA, Semarang, 2018. Hlm. 270.
Dinaryanti, A. R., “Tinjauan Yuridis Legalisasi Akta Di Bawah Tangan Oleh Notaris.”, Legal Opinion, 2013, hlm. 6.
Syarifin, Pipin, SH, “Pengantar Ilmu Hukum, Pustaka Setia”, Bandung, 1999, hlm. 71
Ahmad Ali, Op.Cit, hlm. 192.
Soeroso. R, Op.Cit, hlm. 296.
Happy Santoso, “Pembagian Harta Gono-Gini Saat Terjadinya Percerain”, Op.cit, hlm. 13.
Abdul Manan, “Aneka Masalah Hukum Perdata Islam Di Indonesia”, Penerbit Kencana, Jakarta, 2006, hlm. 108.
Happy Santoso, “Pembagian Harta Gono-Gini Saat Terjadinya Percerain”, Op.cit, hlm. 33-34.
Daeng Naja, “Teknik Pembuatan Akta”, Pustaka Yustisia, Yogyakarta, 2012, hlm. 1.
Alwesius, “Dasar-Dasar Teknik Pembuatan Akta Notaris”, LP3H “Inp Jakarta”, Jafkarta, 2018, hlm. 24.
R. Setiawan, SH, “Pokok-Pokok Hukum Perikatan”, Bina Cipta, Bandung, 1987, hlm. 75-76.
Rahmat Ramadhani, “Jaminan Kepastian Hukum yang Terkandung Dalam Sertipikat Hak Atas Tanah”, Jurnal De Lega Lata, Volume 2, Nomor 1, 2017, hlm. 139-157.
J. Satrio, “Hukum Jaminan, Hak Jaminan Kebendaan, Hak Tanggungan Buku I”, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung, 1997, Hlm. 266.
Salim HS, Op.Cit, hlm. 48.
Subekti, Op.Cit, hlm. 181.
Kartini Mulyadi dan Gunawan Widjaja, “Jual Beli”, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2003, hlm. 7.
R. Subekti, “Aneka Perjanjian”, Citra Aditya Bakti, Bandung, 1995, hlm. 2
Istanti, Akhmad Khisni, “Akibat Hukum Dari Akta Jual Beli Tanah Dihadapan PPAT Yang Fibuat Tidak Sesuai Dengan Prosedur Pembuatan Akta PPAT”. Jurnal Akta, Volume 4 Nomor 2, Unissula, 2017, hal. 274.
Rancangan Undang-Undang Tentang Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah, “Naskah Akademi”, Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indoensia, tahum 2019, hlm. 106.
Abdul Rachmad Budiono, “Pengantar Ilmu Hukum”, Bayumedia Publishing, Malang, 2005, hlm. 22
Published
2023-07-18
How to Cite
SOFIA, Riris Ari; YUHELSON, Yuhelson; MARNIATI, Felicitas Sri. Akibat Hukum Jual Beli Tanah Tanpa Persetujuan Dalam Mewujudkan Kepastian Hukum. Perfecto: Jurnal Ilmu Hukum, [S.l.], v. 1, n. 2, p. 101-116, july 2023. ISSN 2987-9752. Available at: <https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/jih/article/view/1442>. Date accessed: 17 apr. 2026. doi: https://doi.org/10.32884/jih.v1i2.1442.
Section
Articles