Islamisasi dan Pola Adat Masyarakat Gorontalo dalam Perspektif Sejarah Kebudayaan Islam

  • Darwin Une Universitas Negeri Gorontalo

Abstract

Sebelum kedatangan bangsa kolonial, Gorontalo merupakan kawasan Indonesia timur yang memiliki dan menyimpan sumber sejarah yang sangat penting dan belum banyak diteliti oleh sejarawan baik lokal maupun nasional. Sumber sejarah yang belum banyak disentuh oleh peneliti antara lain sejarah masuknya agama Islam atau Islamiassi di Gorontalo. Islamisasi ini dalam perspektif sejarah kebudayaan Islam memiliki makna dan arti penting dalam pembentukan pola-pola adat serta budaya dalam masyarakat Gorontalo. Tentu warisan dan peninggalan para leluhur terdahulu memiliki nilai historis sehingga menarik untuk diteliti oelh peneliti sejarah kebudayaan Islam. Informasi tentang masa lampau masyarakat Gorontalo yang dapat dipandang sangat relevan, baik dalam kehidupan masyarakat maupun untuk kepentingan pendidikan adalah informasi tentang Islamisasi Gorontalo pada awal abad ke-16 M. Islamisasi ke Gorontalo dengan latar belakang budayanya memberi corak dan pengaruh yang besar pada pola-pola adat istiadat masyarakat setempat.


 


Prior to the arrival of the colonial nation, Gorontalo was an area of ​​eastern Indonesia that had and deviated from very important historical sources and had not been widely studied by historians, both local and national. Historical sources that have not been widely explored by researchers include the history of the entry of Islam or Islamiassi in Gorontalo. This Islamization in the historical perspective of Islamic culture has meaning and significance in the formation of traditional patterns and cultures with Islamic nuances for the Gorontalo people. Of course, as a legacy and heritage of previous ancestors and has historical value, it is really interesting for researchers, especially researchers in the history of Islamic culture. Information about the past of the Gorontalo people which can be seen as very relevant, both in public life and for educational purposes, is information about the Islamization of this area in the early 16th century AD. Islamization to Gorontalo with its cultural background gave a great style and influence on local customs and traditions.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Haga B.J. 1981 Lima Pohalaa, Susunan Masyarakat, Hukum Adat dan Kebijaksanaan Pemerintahan di Gorontalo, (terjemahan). Jakarta: Jambatan.
Harto Juwono. 2005. Limo Lo Pohalaa. Sejarah Kerajaan Gorontalo. Yogyakarta: Ombak.
Ibrahim Polontalo. 1968. Peranan Tidi Lo Polopalo Gorontalo dalam Pembinaan
______________. 1996. Proses Masuk dan Berkembangnya Agama Islam di Gorontalo. Gorontalo: STKIP Gorontalo.
______________. 1997. Kota Gorontalo 269 Tahun. Gorontalo: Yayasan 23 Januari 1942.
Ina Moo. 1976. Sejarah 23 Januari 1942 di Gorontalo. Jakarta: Yayasan 23 Januari 1942.
Kaluku Kuno. 1965. Lukisan Segi Kebudayaan Dari Limo Lo Pohalaa Gorontalo. Gorontalo: Rumah Sangkar Gelatik Telaga.
Lipoeto H.M. 1945. Sejarah Gorontalo Dua Lima Pohalaa. VI. Gorontalo: Percetakan Rakyat Gorontalo.
__________. 1949. Sejarah Gorontalo Dua Lima Pohalaa. VIII.Gorontalo: Percetakan Rakyat Gorontalo.
__________. 1950. Sejarah Gorontalo Dua Lima Pohalaa. XII. Gorontalo: Percetakan Rakyat Gorontalo.
Samin R. Nur. 1979. Beberapa Aspek Hukum Adat Tata Negara Kerajaan Gorontalo Pada Masa Pemerintahan Eato 1673-1679. Ujung Pangang: Universitas Hasanudin Ujung Pandang.
Tahir A. Giu. 1971. Adat Istiadat di Kampung IV Kecamatan Paguat. Limboto: Panitia Seminar Adat Gorontalo. 1971.
Published
2021-08-25
How to Cite
UNE, Darwin. Islamisasi dan Pola Adat Masyarakat Gorontalo dalam Perspektif Sejarah Kebudayaan Islam. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, [S.l.], v. 7, n. 3, p. 259-266, aug. 2021. ISSN 2656-940X. Available at: <https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/474>. Date accessed: 28 oct. 2021. doi: https://doi.org/10.32884/ideas.v7i3.474.