Tampir sebagai Ritual Peralihan dalam Upacara Kematian pada Suku Dayak Taman Kapuas di Kalimantan Barat

  • Oktaviana Supriani Ririn Universitas Tanjungpura
  • Diaz Restu Darmawan Universitas Tanjungpura
  • Efriani Efriani Universitas Tanjungpura

Abstract

Various ways are done to show love, and last tribute to the person who has died. Tampir is one of the many death customs in ethnic groups in the archipelago. Tampir is a traditional death ceremony for the Taman Kapuas Dayak ethnic, which is carried out by inviting relatives and friends to attend to pay respects to their deceased members. This study focuses on the tampir ceremony as a rites of passage in the life cycle of the Dayak Taman Kapuas ethnic in Sayut Village, West Kalimantan. Data and information were collected by in-depth interviews and observations. The results of this study indicate that the tampir custom is carried out through a long procession, starting from giving invitations to relatives and friends, slaughtering cows, simple meals, eating together, surrounding the bodies with dances, funerals, and family gatherings.


 


Berbagai cara dilakukan untuk menunjukkan rasa cinta dan penghormatan kepada orang yang telah meninggal. Tampir merupakan satu dari sekian banyak adat kematian pada suku bangsa di nusantara. Tampir adalah upacara adat kematian pada etnis Dayak Taman Kapuas yang dilakukan dengan mengundang kerabat dan sahabat untuk hadir memberikan penghormatan kepada anggota mereka yang telah meniggal. Penelitian ini berfokus pada upacara tampir sebagai ritual peralihan dalam daur hidup etnis Dayak Taman Kapuas di Desa Sayut, Kalimantan Barat. Data dan informasi dikumpulkan dengan wawancara secara mendalam dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adat tampir dilakukan melalui prosesi yang panjang, dimulai dari memberikan undangan kepada kerabat dan sahabat, melakukan pemotongan sapi, jamuan sederhana, makan bersama, mengelilingi jenasah dengan tarian, pemakaman, dan kumpul keluarga.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afandi, A. (2016). Kepercayaan Animisme-Dinamisme serta Adaptasi Kebudayaan Hindu-Budha dengan Kebudayaan Asli di Pulau Lombok-NTB. Historis : Jurnal Kajian, Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 1(1), 01–09.
Bungin, B. (2007). Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, Dan Ilmu Sosial Lainnya. In Kencana.
Cindy Jeliana. (2018). Perubahan dalam Tradisi Perayaan Cengbeng pada Rtnis Tionghoa di EraModernisasi. Universitas Lampung.
Efriani. (2021). Religi Nenek Moyang Dayak Tamambaloh dan Perkembangannya. Buddayah : Jurnal Pendidikan Antropologi, 3(1), 1–11. Retrieved from https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/bdh
Efriani, Gunawan, B., & Judistira, K. G. (2019). Kosmologi dan Konservasi Alam pada Komunitas Dayak Tamambaloh di Kalimantan Barat. Studi Desain, 2(2), 66–74.
Geerts, C. (1992). Kebudayaan dan Agama. Yogyakarta: Kanisius.
Goldstein, M. B., & Blumenkrantz, D. G. (2020). Rites of Passage 1 The Stages of Rites of Passage. https://doi.org/10.1002/9781119171492.wecad323
Iban, C., Subroto, T. Y. W., & Roychansyah, M. S. (2015). Pesta Tiwah Dayak Ngaju: Prosesi, Transformasi Dan Identifikasi Elemen-Elemen Sumber Daya Budaya Pembentuk Daya Tarik Wisata. Universitas Gajah Mada.
Jhon W. Creswell. (2017). Research Design Pendekatan Kualitatif, Dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ludianti, D. M. (2015). Ritual Obong Sebagai Ritual Kematian Orang Kalang di Desa Bumiayu Kecamatan Weleri Kabupaten Kendal. Universitas Negeri Semarang.
Manurung, R. T. N. (2009). Upacara kematian di tana toraja: Rambu Solo. Universitas Sumatera Utara.
Miles B., M., & Huberman, A. M. (1994). An expanded sourcebook Qualitative data analysis (Second Edi). London: Sage Publications, Inc.
van Gennep, A., Vizedom, M. B., & Caffee, G. L. (2013). The rites of passage. In The Rites of Passage. https://doi.org/10.4324/9781315017594
Wadu, F., Arjawa, I. G. P. B. S., & Punia, I. N. (2018). Perubahan Tradisi Kubur Batu Masyarakat Adat Marapu Pada Era Modernisasi Di Kampung Raja Kecamatan Kambera Kota Waingapu. Https://Ojs.Unud.Ac.Id/, 1(1), 1–12.
Yulianti, A. I. (2018). Leksikon dalam Upacara Kematian (Tiwah) Suku Dayak Ngaju. Suar Betang, 13(1), 65–74. https://doi.org/10.26499/surbet.v13i1.68
Zonggonau, A. (2017). Kebudayaan Potong Jari Sebagai Simbol duka Suku Moni di Desa Ugidimi Distrik Bibida Kabupaten Paniai Provinsi Papua. Holistik, 10(19), 1–20.
Published
2021-11-11
How to Cite
RIRIN, Oktaviana Supriani; DARMAWAN, Diaz Restu; EFRIANI, Efriani. Tampir sebagai Ritual Peralihan dalam Upacara Kematian pada Suku Dayak Taman Kapuas di Kalimantan Barat. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, [S.l.], v. 7, n. 4, p. 183-190, nov. 2021. ISSN 2656-940X. Available at: <https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/503>. Date accessed: 05 dec. 2021. doi: https://doi.org/10.32884/ideas.v7i4.503.