Tradisi Wuat Wai (Bekal Perjalanan) sebelum Melanjutkan Pendidikan di Manggarai, Nusa Tenggara Timur

  • Leonardus Agung Mandut Universitas Muhammadiyah Kupang
  • Syahrul Syahrul Universitas Muhammadiyah Kupang
  • Wahid Hasyim TRA Beni Universitas Muhammadiyah Kupang
  • Arifin Arifin Universitas Muhammadiyah Kupang

Abstract

The purpose of this study was to determine the tradition of ‘wuat wai’ for children in Manggarai before attending education, and the benefits of implementing the tradition of ‘wuat wai’ in educational institution. The approach used in this study was qualitative. The research subjects using purposive sampling technique consisted of ‘Tua Adat’ (community leaders) and people in Manggarai. Research data were collected through interviews and documentation. The data of this study were analyzed using descriptive qualitative analysis techniques. This study shows threes findings, namely, first, the tradition of ‘wuat wai’ used as an event to support success in education in Manggarai. Second, the tradition ‘wuat wai’ is very useful for the education of children in Manggarai by providing travel provisions. Third, travel provisions provided are moral support (motivation) and financial support.


 


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tradisi wuat wai untuk anak di Desa Todo sebelum mengikuti pendidikan dan manfaat pelaksanaan tradisi wuat wai pada pendidikan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Subjek penelitian dengan teknik purposive sampling terdiri atas tua adat (tokoh masyarakat) dan masyarakat di Desa Todo, Manggarai. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi. Data penelitian ini dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan tiga hal, yaitu, pertama, tradisi wuat wai dijadikan sebagi ajang untuk mendukung keberhasilan dalam pendidikan di Manggarai. Kedua, tradisi wuat wai sangat bermanfaat sebagai bekal perjalanan untuk melanjutkan pendidikan. Ketiga, bekal perjalanan yang diberikan untuk anak adalah dukungan moral (motivasi) dan dukungan finansial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ardiansa, J. (2021). Pendekatan Antropologis, Historis, dan Sosiologis terhadap Budaya Barapan Kerbau Suku Samawa. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 7(2), 57–66. https://doi.org/10.32884/IDEAS.V7I2.340
Arkanudin, A., & Rupita, R. (2021). Keberlangsungan Adat Suku Dayak Ribun di Sanggau Kalimantan Barat: Suatu Tinjauan Etnografi. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 7(3), 27–34. https://doi.org/10.32884/IDEAS.V7I3.419
Gawul, S. D. (2018). Budaya Wuat Wa’i Sebagai Sarana Kohesivitas Masyarakat Manggarai” (Study Kasus Di Desa Golo Ncuang Kecamatan Cibal Kabupaten Manggarai). Unika Widya Mandira.
Haes, P. E. (2021). Pelestarian Budaya dalam Tari Wali Krama Murwa pada Tradisi Usaba Sambah di Desa Pesedahan Karangasem. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 7(3), 101–106. https://doi.org/10.32884/IDEAS.V7I3.468
Hotimah, H., & Widodo, A. (2021). The Merariq Culture of The Sasak in the Perspective of Islamic Sharia. Sociological Education, 2(1), 15–21. https://doi.org/10.12345/SOCIOEDU.V2I1.302
Jumpa, O. F. (2018). Persepsi Mahasiswa Tentang Pesan Makna Simbolik Upacara Wuat Wai Dalam Adat Manggarai (Analisis Deskriptif Pemahaman Mahasiswa Perantau Dari Manggarai Di kabupaten Sleman - Yogyakarta).
Nanu, F. N. A., Anakaka, D. L., & Pello, S. C. (2019). Dukungan Sosial dalam Bentuk Pesta Sekolah dengan Motivasi Berprestasi Mahasiswa Manggarai. Journal of Health and Behavioral Science, 1(1), 47–58. https://doi.org/10.35508/JHBS.V1I1.2082
Pandanwangi, A., Ida, I., Ratnadewi, R., Manurung, R. T., Budiman, I., & Vincent, V. (2021). Tingkat Kebahagiaan Masyarakat setelah Adanya Mural di Kelurahan Sukawarna Kecamatan Sukajadi Bandung. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 7(2), 137–150. https://doi.org/10.32884/IDEAS.V7I2.365
Pritantia, N. R., Kosasih, A., & Supriyono, S. (2021). Pola Hubungan Sosial Masyarakat Multikultural dalam Gaya Hidup Beragama (Studi Kasus Kampung Kancana Kabupaten Kuningan). Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 7(3), 165–172. https://doi.org/10.32884/IDEAS.V7I3.442
Simangunsong, B., & Rahmat, F. N. (2021). Makna Kekerabatan Dalam Budaya Lonto Leok Pada Proses Pilkada Di Manggarai Barat. LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(1), 9–19. https://doi.org/10.30656/LONTAR.V9I1.3116
Syahrul, Arifin, & Datuk, A. (2021). The dilemma of Timorese education in the COVID-19 pandemic. Educational Innovation in Society 5.0 Era: Challenges and Opportunities, 151–156. https://doi.org/10.1201/9781003206019-28
Syahrul, S., Arifin, A., Datuk, A., Almu, F. F., & Ramlah, S. (2019). Pengembangan Bahan Ajar Berorientasi Literasi Kearifan Lokal di Mas Al-Hikmah Soe Nusa Tenggara Timur. JPM (Jurnal Pemberdayaan Masyarakat), 4(2), 371–379. https://doi.org/10.21067/jpm.v4i2.3628
Syahrul, S., & Kibtiyah, M. (2020). Problematika Pendidikan Anak Jalanan : (Studi Anak Penjual Koran di Kota Kupang). Jurnal Basicedu, 4(4), 1336–1349. https://doi.org/10.31004/basicedu.v4i4.531
Syahrul, S., & Wardana, A. (2018). Analisis kebijakan pendidikan untuk anak jalanan di Kota Yogyakarta. Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS, 4(2), 117–130. https://doi.org/10.21831/hsjpi.v4i2.10388
Wadu, L. B., Narjo, W. A., & Ladamay, I. (2019). Gotong Royong Penggalangan Dana dalam Budaya Manggarai. Prosiding Seminar Nasional Fakultas Ilmu Pendidikan, 3, 83–89. Retrieved from https://conference.unikama.ac.id/artikel/index.php/fip/article/view/183
Published
2021-11-15
How to Cite
MANDUT, Leonardus Agung et al. Tradisi Wuat Wai (Bekal Perjalanan) sebelum Melanjutkan Pendidikan di Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, [S.l.], v. 7, n. 4, p. 235-242, nov. 2021. ISSN 2656-940X. Available at: <https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/528>. Date accessed: 05 dec. 2021. doi: https://doi.org/10.32884/ideas.v7i4.528.