Kawin Tangkap di Sumba dan Ketidakadilan Gender

  • Konradus Doni Kelen STKIP Weetebula, Sumba-NTT

Abstract

This research starts from concerns about the custom in Sumba which recognizes capture marriage as one of the choices of several ways to propose to a woman. The purpose of this research is to unravel the tangled threads of gender inequality in Sumba and to enlighten the Sumba people in general and women in particular about the importance of gender justice and the importance of respecting the human rights of a woman. The method used in this research is etnography with a qualitative descriptive approach. The results of this study show that the practice of capture marriage, which is a forced marriage practice, is actually very degrading to a womans dignity because marriage occurs without love but with the agreement of their parents. The data in this study will be obtained from field studies, observations and interviews and after that analyzed using reciprocity theory. The results of this study are hoped to be used as evaluation material for the Sumba people to immediately stop the practice of capture marriage.


 


Penelitian ini bertolak dari keprihatinan akan adanya kebiasaan di Sumba yang mengenal kawin tangkap sebagai salah satu pilihan dari beberapa cara meminang seorang perempuan. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengurai benang kusut ketidakadilan gender di Sumba dan ingin memberi pencerahan kepada masyarakat Sumba pada umumnya dan Perempuan pada khususnya akan pentingnya keadilan gender dan pentingnya menghargai hak-hak asasi seorang perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan praktek kawin tangkap yang adalah sebuah praktek kawin paksa sesungguhnya sangat merendahkan martabat seorang perempuan karena perkawinan terjadi tanpa cinta melainkan atas kesepakatan orang tua. Data dalam penelitian ini didapat dari studi lapangan, observasi dan wawancara dan setelah itu dianalisis dengan menggunakan resiprositas. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan evaluasi bagi masyarakat Sumba supaya segera menghentikan praktek kawin tangkap.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bandur, A. (2014). Penelitian Kualitatif-Metode, Desain dan Teknik Analisis Data dengan NVIVO10. Mitra Wacana Media.
Doko, E. W., Suwitra, I. M., & Sudibya, D. gayatry. (2021). Tradisi Kawin Tangkap (Piti Rambang) Suku Sumba di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Konstruksi Hukum, 2(3), 656–660. https://doi.org/http://doi.org/10.22225/jkh.2.3.3674.656-660
Kelen, D., & Nusa, S. (2019). Paham Dan Upacara Kematian Dalam Agama Marapu Sebagai Wadah Evangelisasi Iman Kristiani Di Sumba-Nusa Tenggara Timur. Jurnal Edukasi Sumba, 3(2), 92–105. https://doi.org/10.53395/jes.v3i2.54
Kelen, K. D. (2022). Ironi Budaya dan Dehumanisasi Terhadap Tokoh Perempuan dalam Novel Belis Karya Kebamoto. Jurnal IDEAS, 8(1). https://doi.org/10.32884/ideas.v8i1.654
Kleden, D. (2015). Kedde Kematian Dan Kontestasi Gengsi Tradisi Resiprositas Etnik Wewewa, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Jurnal Etnohistori, 1(4), 142–160. https://cupdf.com/document/antropology-etnohistori-journal-v1-e4-2015.html
Kleden, D. (2017). Belis dan Harga Seorang Perempuan Sumba (Perkawinan Adat Suku Wewewa, Sumba Barat Daya. Jurnal Studi Budaya Nusantara, 1(1), 24–34. http://dx.doi.org/10.21776/ub.sbn.2017.oo1.01.03
Kleden, D. (2018). Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar. Lintang Pustaka.
Kleden, K. D. (2013). Politik Resiprositas Kedde, Kontestasi Kearifan dan Manipulasi Lokal di Suku Wewewa, Sumba Barat Daya. Andi.
Laksono, K. (2014). Pelestarian Bahasa-Bahasa Daerah April. https://kisyani.wordpress.com/2014/04/06/pelestarian-bahasa-bahasa-daerah/
Lede, Y. U. (2022). Membangun Sikap Moderasi Beragama Melalui Penanaman Nilai Budaya Lokal Tama Umma Kalada. Jurnal IDEAS, 8(1), 237–244. https://doi.org/10.32884/ideas.v8i1.627
Miselania, Y. S., Kami, K., & Suluh, M. (2020). Nilai Pendidikan Dalam Novel Kabola Karya Dony Kleden: Tinjauan Sosiologi Sastra. Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra, 1(1), 1–14. https://jurnalstkip-weetebula.ac.id/index.php/jpbs/article/view/131
Mosse, J. C. (2007). Gender dan Pembangunan. Pustaka Pelajar.
Nugroho, R. (2011). Gender dan Strategi Pengarus-utamaannya di Indonesia. Pustaka Pelajar.
Sholeh, M., & Juniarti, G. (2022). Studi Gender dalam Komunikasi Keluarga: Problematik yang Dihadapi Remaja Perempuan dalam Pengambilan Keputusan. Jurnal IDEAS, 8(1), 97–107. https://doi.org/10.32884/ideas.v8i1.559
Spradley, J. P. (2006). Metode Etnografi. Tiara Wacana.
Published
2022-05-27
How to Cite
KELEN, Konradus Doni. Kawin Tangkap di Sumba dan Ketidakadilan Gender. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, [S.l.], v. 8, n. 2, p. 624-632, may 2022. ISSN 2656-940X. Available at: <https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/795>. Date accessed: 06 july 2022. doi: https://doi.org/10.32884/ideas.v8i2.795.