Konsep Berpikir Suku Batak Toba: Anakkon Hi Do Hamoraon di Au

  • Oktani Haloho Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Abstract

Batak Toba tribe has many philosophies of life. One of the philosophy is Anakkon Hi Do Hamoraon di Au. This study aims to determine how the concept of thinking and perspective of Batak Toba parents living in the city of Palangka Raya in interpreting the philosophy of Anakkon Hi Do Hamoraon di Au. The research method used in this research is descriptive qualitative. The results of this study indicate that the philosophy of Anakkon Hi Do Hamoraon di Au is still very attached to the parents of the Batak Toba tribe in Palangka Raya. This philosophy means that children are the pride, honor, wealth, and most valuable possessions for the family. Parents always instill this philosophy in children from an early age, with the hope that children and the next generation will continue to carry the identity of the Batak family and internalize the values ​​contained in the philosophy of the Batak Toba tribe in life.


Suku Batak Toba memiliki banyak filosofi kehidupan atau pedoman hidup. Salah satu filosofi tersebut adalah Anakkon Hi Do Hamoraon di Au. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep berpikir dan perpektif orang tua suku Batak Toba yang tinggal di kota Palangka Raya dalam memaknai filosofi Anakkon Hi Do Hamoraon di Au.  Metode penelitin yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa filosofi Anakkon Hi Do Hamoraon di Au masih sangat melekat pada orang tua suku Batak Toba di Palangka Raya. Filosofi ini berarti bahwa anak kebanggaan, kehormatan, kekayaan, dan harta yang paling berharga bagi keluarga. Orang tua selalu menanamkan filosofi ini kepada anak sejak dini, dengan harapan anak dan generasi selanjutnya tetap membawa identitas keluarga Batak serta menginternalisasi nilai-nilai yang terkandung dalam filosofi suku Batak Toba di dalam kehidupan.


 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Barus, D. A., Lubis, M. R., & Hardjo, S. (2019). Work Value, Tingkat Pendidikan Budaya Etnis Batak Toba Pada Anggota Satuan Brigade Mobile Kepolisian Daerah Sumatra Utara (Kajian Indigeneous). Tabularasa: Jurnal Ilmiah Magister Psikologi, 1(1).
Dalimunthe, I. S., & Lubis, A. S. (2019). Hamoraon, Hagabeon & Hasangapon as The Basic Philosophy in Educating Children. El Harakah, 21(2). https://doi.org/10.18860/el.v21i2.6683
Datuk, A., & Nobisa, S. N. (2021). Nusa Toleransi Terindah (NTT) untuk Merawat Nila-nilai Pendidikan Multikultural di SMA Negeri 8 Kota Kupang dalam Perspektif Kearifan Lokal. Ideas: Jurnal Pendidikan Sosial Dan Budaya, 7(4).
Hilman, I., & Hendriawan, N. (n.d.). Prosiding Seminar Nasional Geografi UMS IX 2018 Model Revitalisasi Dan Pelestarian Kearifan Lokal dalam Mengelola Sumberdaya Air pada Masyarakat Adat Kampung Kuta Kabupaten Ciamis Jawa Barat.
Hutahaean, A. N. P. S., & Agustina, W. (2020). Peran Filosofi Budaya Batak Toba dalam dunia Pendidikan. Etnoreflika: Jurnal Sosial Dan Budaya, 9(3), 313–324. https://doi.org/10.33772/etnoreflika.v9i3.895
Lubis, M. N., Joebagio, H., & Pelu, M. (2019). Eksistensi Dalihan Na Tolu sebagai Kearifan Lokal dan Kontribusinya dalam Pendidikan Karakter. Intelektiva: Jurnal Ekonomi, Sosial & Humaniora, 01(03).
Manurung, S., & Manurung, P. (2019). Penguatan Pendidikan Karakter dalam Keluarga Batak Toba di Kabupaten Samosir (1st ed.). Perdana Publishing.
Ndona, Y. (2018). Kemanusiaan dalam falsafah hidup masyarakat Batak Toba (Vol. 1, Issue 1). http://journal.uad.ac.id/index.php/citizenship
Nurkholis. (2013). Pendidikan dalam Upaya Memajukan Teknologi. Jurnal Kependidikan, 1(1).
Panjaitan, I., & Prakoso, E. B. S. (2016). The Roles of Cultural Values of Batak Toba for Public Education of Tarutung District. Jurnal Bumi Indonesia, 5(3).
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter.
Rahman, A., Rasyid, M., & Ramli, R. M. (n.d.). Volume: 8 Nomor : 2 Bulan : Mei Tahun : 2022 Optimalisasi Fungsi Pekarangan dalam Memelihara Kelestarian Lingkungan di Desa Duampanuae Kabupaten Sinjai. https://doi.org/10.32884/ideas.v8i2.716
Sianturi, J. N., & Syafrizal. (2017). Makna Anak Laki-laki di Masyarakat Batak Toba. Jom Fisip, 4(2).
Simangunsong, F. (2012). Pengaruh Konsep Hamoraon, Hagabeon dan Hasangapon terhadap Ketidaksetaraan Gender dalam Amang Parsinuan. Universitas Indonesia.
Simanjuntak, B. A. (2012). Konsepku Membangun Bangso Batak: Manusia, Agama, dan Budaya (1st ed.). Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Simorangkir, M. S. E., Nainggolan, T., Pasaribu, J. B., & Simanjuntak, B. A. (2015). Karakter Batak Masa Lalu, Kini dan Masa Depan (B. A. Simanjuntak, Ed.; Pertama). Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Situmorang, B. T. (2017). Gengsi Etnis Batak Toba dalam Pendidikan. Universitas Sumatera Utara.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (19th ed.). Alfabeta.
Suprani, M., & Pd. (2019). Konteks Sosial Budaya dan Inovasi Pendidikan (S. U. Rizal, Ed.).
Published
2022-08-10
How to Cite
HALOHO, Oktani. Konsep Berpikir Suku Batak Toba: Anakkon Hi Do Hamoraon di Au. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, [S.l.], v. 8, n. 3, p. 747-752, aug. 2022. ISSN 2656-940X. Available at: <https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/896>. Date accessed: 28 sep. 2022. doi: https://doi.org/10.32884/ideas.v8i3.896.