Analisis Rendahnya Tingkat Investasi di Indonesia dengan Menggunakan Pendekatan Budaya

  • Pandu Adi Cakranegara Universitas Presiden

Abstract

Investment is a science that is considered modern science and comes from western thought. This study shows that the agri-community in Indonesia has a tradition that can be categorized as an investment. Agricultural communities in Indonesia have used their surplus production to finance their children's education and prepare food stocks for the dry season. The research method used is the descriptive qualitative research method. This study attempts to describe the phenomenon of investment in Indonesian society. The approach used is socio-cultural. The data taken is qualitative in the form of observations and unstructured interviews. Interviews were conducted in an informal atmosphere at several levels of society with various backgrounds. Based on this study, it was found that Indonesian society is a future-oriented society. This orientation is also influenced by farming culture, where a farmer needs to see how the climate conditions will be in the future before planting crops. Indonesian people already have a fundamental nature that views investment as necessary. However, because no infrastructure can facilitate the socio-cultural conditions of the agri-community, they have not been able to participate in the modern economic system. For this reason, this study concludes the importance of financial inclusion. The purpose of financial inclusion is to include all people in the economic system so that every level of society can enjoy the benefits of the economic system.


 


Investasi adalah suatu ilmu yang dianggap ilmu modern dan berasal dari pemikiran barat. Penelitian ini memperlihatkan bahwa masyarakat agri di Indonesia sebenarnya telah memiliki sebuah tradisi yang dapat dikategorikan sebagai investasi. Masyarakat agri di Indonesia telah menggunakan kelebihan hasil produksinya untuk membiayai pendidikan anak-anaknya dan mempersiapkan stok makanan untuk menghadapi musim kemarau. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini berusaha mendeskripsikan fenomena investasi pada masyarakat Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosial budaya. Data yang diambil adalah data kualitatif berupa observasi dan wawancara tidak terstruktur. Wawancara dilakukan dalam suasana informal pada beberapa lapisan masyarakat dengan aneka ragam latar belakang. Berdasarkan studi ini ditemukan bahwa masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang berorientasi masa depan. Hal ini juga dipengaruhi oleh budaya tani yaitu seorang petani perlu melihat kondisi iklim ke depannya sebelum bercocok tanam. Masyarakat Indonesia telah memiliki sifat dasar yang memandang penting investasi. Namun karena belum adanya infrastruktur yang dapat memfasilitasi kondisi sosial budaya masyarakat agri ini maka mereka belum dapat berpartisipasi di sistem ekonomi modern. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan pentingnya inklusi keuangan. Tujuan dari inklusi keuangan adalah memasukkan seluruh masyarakat ke dalam sistem ekonomi sehingga setiap lapisan masyarakat dapat menikmati manfaat dari sistem ekonomi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agung, P., Hartono, D., & Awirya, A. A. (2017). Pengaruh Urbanisasi Terhadap Konsumsi Energi Dan Emisi CO2: Analisis Provinsi di Indonesia. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan. https://doi.org/10.24843/JEKT.2017.v10.i01.p02
Andhika, L. R. (n.d.). Meta-Theory: Kebijakan Publik untuk Kesejahteraan Rakyat. 15.
Irianto, A. M. (2016). Komodifikasi Budaya di Era Ekonomi Global Terhadap Kearifan Lokal: Studi Kasus Eksistensi Industri Pariwisata dan Kesenian Tradisional di Jawa Tengah. Jurnal THEOLOGIA, 27(1), 212–236. https://doi.org/10.21580/teo.2016.27.1.935
Kambono, H., & Marpaung, E. I. (n.d.). Pengaruh Investasi Asing dan Investasi Dalam Negeri terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Jurnal Akuntansi, 12, 9.
Rahma, A. A. (2020). Potensi Sumber Daya Alam dalam Mengembangkan Sektor Pariwisata Di Indonesia. Jurnal Nasional Pariwisata, 12(1), 1. https://doi.org/10.22146/jnp.52178
Rasuma Putri, N. M. D., & Rahyuda, H. (2017). Pengaruh Tingkat Financial Literacy dan Faktor Sosiodemografi terhadap Perilaku Keputusan Investasi Individu. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, 3407. https://doi.org/10.24843/EEB.2017.v06.i09.p09
Ronald, A. (2015). Budaya Bermukim Masyarakat Jawa. Sinektika: Jurnal Arsitektur, 1(1), 180–188. https://doi.org/10.23917/sinektika.v1i1.1136
Simanungkalit, E. F. B. (2020). Pengaruh Inflasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Journal of Management : Small and Medium Enterprises (SMEs), 13(3), 327–340. https://doi.org/10.35508/jom.v13i3.3311
Widiawaty, M. A. (2019). Faktor-Faktor Urbanisasi di Indonesia [Preprint]. INA-Rxiv. https://doi.org/10.31227/osf.io/vzpsw
Yopa, K. A. (2017). Model Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Desa Wisata Budaya di Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. 11.
Zahroh, S. F., Soelistyo, A., & Kusuma, H. (2014). Neo Klasik Model Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia Tahun 2014-2018. 8.
Published
2021-11-11
How to Cite
CAKRANEGARA, Pandu Adi. Analisis Rendahnya Tingkat Investasi di Indonesia dengan Menggunakan Pendekatan Budaya. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, [S.l.], v. 7, n. 4, p. 107-114, nov. 2021. ISSN 2656-940X. Available at: <https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/485>. Date accessed: 05 dec. 2021. doi: https://doi.org/10.32884/ideas.v7i4.485.