Fungsi Kesantunan Tindak Direktif Guru Taman Kanak-Kanak dalam Interaksi Pembelajaran

  • Anisa Ulfah Universitas Islam Darul 'Ulum

Abstract

Tindak direktif merupakan salah satu tindak tutur yang harus disampaikan guru taman kanak-kanak (TK) dengan bahasa yang empatik, efektif, dan santun selama interaksi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fungsi kesantunan tindak direktif guru TK dalam interaksi pembelajaran. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan kajian sosiopragmatik. Data penelitian berupa bentuk dan strategi tuturan guru TK dalam interaksi pembelajaran yang mengandung tindak direktif. Berdasarkan analisis data didapatkan hasil penelitian bahwa kesantunan tindak direktif guru TK memiliki beberapa fungsi, yaitu (1) menanamkan nilai-nilai karakter, agama, moral, dan sosial, (2) menjalin hubungan yang harmonis, (3) mencapai tujuan pembelajaran, dan (4) membudayakan bertutur santun.


 


The directive act is one of the speech acts that must be conveyed by the kindergarten teacher in empathic, effective, and polite language during learning interactions. This study aims to describe the function of the directive act of Kindergarten teachers in learning interactions. The research was conducted with a qualitative approach using a sociopragmatic study. The research data is in the form of forms and speech strategies of kindergarten teachers in learning interactions that contain directive acts. Based on the data analysis, it was found that the politeness of the directive acts of kindergarten teachers has several functions, namely (1) instilling character, religion, moral, and social values, (2) establishing harmonious relationships, (3) achieving learning objectives, and (4) cultivating speech.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidah, S. B. (2021). Peran Guru dalam Meningkatkan Kemandirian Anak Usia Dini di TK Muslimat NU 001 Ponorogo (Issue April).
Alfiana, R., Kuntarto, E., Oktavianto, A. W., & J. P. E. (2020). Perkembangan Bahasa pada Anak Usia Dini.
Depdiknas. (2007). Kerangka Dasar Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini.
Depdiknas. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 146 Tahun 2014 Tentang Kurikukum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini. Kemendikbud Pendidikan Anak Usia Dini, 2025(1679), 1–67.
Dewi, A. R.T., Mayasarokh, M. & Gustiana, E. (2020). Perilaku Sosial Emosional Anak Usia Dini. Jurnal Golden Age, 4(01), 181–190. https://doi.org/10.29408/jga.v4i01.2233
Ghazali, A. S. (2013). Pemerolehan dan Pembelajaran Bahasa Kedua. Bayumedia Publishing.
Hamidah, S. C. (1996). Tindak Direktif Bahasa Indonesia dalam Interaksi Kelas di Taman Kanak-Kanak.
Hurlock, E. B. (1980). Psikologi Perkembangan: SUatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (R. M. Sijabat (ed.)). Erlangga.
Jauhari, A. (2017). Realisasi Kesantunan Berbahasa Dalam Proses Belajar Mengajar Bahasa Indonesia Kelas Xi Smkrealisasi Kesantunan Berbahasa Dalam Proses Belajar Mengajar Bahasa Indonesia Kelas Xi Smk. Diksi, 25(1), 112–121. https://doi.org/10.21831/diksi.v25i1.18851
Jolly, G. (1979). Social Mobility and Specialization in Language. Language and Society: Antropology Issues.
Mislikhah, S. (2014). Kesantunan Berbahasa. Ar-Raniry, International Journal of Islamic Studies, 1(2), 285. https://doi.org/10.20859/jar.v1i2.18
Pramujiono, A., & Nurjati, N. (2017). Guru sebagai Model Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Instruksional di Sekolah Dasar. Mimbar Pendidikan, 2(2), 143–154. https://doi.org/10.17509/mimbardik.v2i2.8624
Prasanti, D., & Fitrianti, D. R. (2018). Pembentukan Karakter Anak Usia Dini: Keluarga, Sekolah, Dan Komunitas. Pembentukan Anak Usia Dini : Keluarga, Sekolah, Dan Komunitas, 2(1), 15.
Prayitno, H. J. (2018). Perwujudan Tindak Kesantunan Direktif Siswa SD Berlatar Belakang Budaya Jawa. Prosiding Seminar Nasional Ketidaksantunan Berbahasa Dan Dampaknya Dalam Pembentukan Karakter, Kompas, 978–979. http://hdl.handle.net/11617/4373
Rahmawati, S. (2021). Guru sebagai Role Model dalam Perkembangan Kecerdasan Spiritual Anak.
Sardiman, A. M. (2011). Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar. Rajawali Press.
Searle, J. (1981). Expression and Meaning. Cambridge University Press.
Setiawan, H. Rois, S. (2017). Wujud Kesantunan Berbahasa Guru: Studi Kasus di SD Immersion Ponorogo. Gramatika, 3(2). https://doi.org/10.22202/jg.2017.v3i2.2003
Sujiono, Y. N. (2013). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Indeks.
Sum, T. A. (2019). Kompetensi Guru PAUD dalam Pembelajaran di PAUD di Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai. Jurnal Lonto Leok Pendidikan Anak Usia Dini, 2(1), 68–75.
Suyitno, I. (2004). Pernak-Pernik Berbahasa:Pemahaman Lintas Budaya. Sentra Media.
Syah, N. A. (2017). Kesantunan Tindak Tutur Direktif dalam Talk Show Satu Jam Lebih Dekat di TV One (Tinjauan Pragmatik). Bahasa Dan Sastra, I(1), 94–111.
Ulfah, A. (2020). Strategi Langsung Kesantunan Tindak Direktif Guru Taman Kanak-Kanak. HUMANIS: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Dan Humaniora, 12(2), 209–221. https://doi.org/10.52166/humanis.v12i2.2112
Wijaya, I. K. W. B., & Dewi, P. A. S. (2021). Pengembangan Kecerdasan Naturalis Anak Usia Dini melalui Model Pendidikan Lingkungan Unesco. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 7(3), 97. https://doi.org/10.32884/ideas.v7i3.449
Yule, G. (1996). Pragmatik. Pustaka Pelajar.
Yus, A. (2011). Penilaian Perkembangan Belajar Anak Taman Kanak-Kanak. Kencana.
Published
2022-03-02
How to Cite
ULFAH, Anisa. Fungsi Kesantunan Tindak Direktif Guru Taman Kanak-Kanak dalam Interaksi Pembelajaran. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, [S.l.], v. 8, n. 1, p. 209-220, mar. 2022. ISSN 2656-940X. Available at: <https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/672>. Date accessed: 16 may 2026.