Potensi Konflik Antara Pemilik Lahan dengan Pemilik Hewan Ternak di Nagari Bidar Alam

  • Romi Mesra Universitas Negeri Manado
  • Atri Waldi Universitas Negeri Padang
  • Rahayu Rahayu MTsN 4 Pasaman Barat
  • Mardiati Etika Puteri MAN 1 Pasaman

Abstract

In general, problems that occur because the communitys livestock enter and eat other peoples plants, of course, raise anger from the owners of agricultural land or plantations because some of their crops are damaged and some even fail to harvest due to being eaten, trampled and damaged by livestock. that society. The purpose of this study was to uncover potential conflicts between land owners and livestock owners in Nagari Bidar Alam. The method used is a qualitative research method. Researchers found potential conflicts as follows: (1) Low awareness and knowledge of the community who own livestock, (2) Farm animal owners do not graze their livestock properly, (3) Livestock are released or not put into cages at night, (4) Weak rules or the application of rules related to the maintenance of livestock, (5) Mutual blaming between livestock owners and land owners, (6) Application of the law of the jungle in conflict resolution, (7) The low role of the government in conflict resolution, (8) The condition of the conflict has been going on for a long time and seems considered normal in society. This research is expected to become knowledge for the community, especially the related government, so that they are more motivated to try to provide solutions to overcome the problems of livestock in Bidar Alam Village.


 


Pada umumnya masalah yang terjadi karena hewan ternak masyarakat masuk dan memakan tanaman masyarakat lainnya sehingga memunculkan kemarahan dari pemilik lahan pertanian atau perkebunan. Tidak lain karena tanaman mereka ada yang rusak bahkan ada juga yang sampai gagal panen akibat dimakan, diinjak-injak dan dirusak oleh hewan ternak masyarakat tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap potensi konflik antara pemilik lahan dengan pemilik hewan ternak di Nagari Bidar Alam. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Metode ini temuannya tidak diperoleh melalui bentuk hitungan melainkan memahami dan menafsirkan makna interaksi sosial dalam situasi tertentu menurut perspektif peneliti sendiri. Hasil penelitian ditemukan potensi-potensi konflik sebagai berikut: (1) rendahnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat pemilik hewan ternak, (2) pemilik hewan ternak tidak mengembalai hewan ternaknya dengan baik, (3) hewan ternak dilepas atau tidak dimasukkan ke kandang di malam hari, (4) lemahnya aturan atau penerapan aturan terkait pemeliharaan hewan ternak, (5) saling menyalahkan antara pemilik hewan ternak dengan pemilik lahan, (6) penerapan hukum rimba dalam penyelesaian konflik, (7) rendahnya peran pemerintah terkait dalam penyelesaian konflik, (8) kondisi konflik sudah berlangsung lama dan terkesan dianggap biasa terjadi di tengah masyarakat. Penelitian ini diharapkan bisa menjadi pengetahuan bagi masyarat terutama pemerintah terkait agar lebih terdorong berupaya memberikan solusi mengatasi permasalahan hewan ternak di Nagari Bidar Alam.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul Rahman. (2020). Peraturan Daerah Kabupaten Solok Selatan Nomor 1 Tahun 2020 (Vol. 21, pp. 1–9). Vol. 21, pp. 1–9.
Fathimah, S., Lubis, Y., Kerebungu, Ferdinand Rahman, E. Y., Rahman, R., & Umaternate, Abdul Rasyid Mesra, R. (2021). Handling the Conflict in District Heads Election Issues by the Pasaman Police. Proceeding ICHELSS 2021, 365–370.
Mesra, R., Hasrin, A., Fathimah, S., Rahman, R., & Putri, S. (2021). The Phenomenon of Student Life Who is Studying While Working in the City of Padang. International Joined Conference on Social Science (ICSS 2021), 603(Icss), 319–325.
Mesra, R., Marsa, Y. J., & Putri, M. E. (2021). Pola Interaksi Pedagang Konsinyasi Dengan Pemilik Warung Di Kecamatan Tondano Selatan, Provinsi Sulawesi Utara. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan), 5(3), 166–175. https://doi.org/10.36312/jisip.v5i3.2104
MG, N. (2017). Peranan Interaksi dalam Komunikasi Menurut Islam. Jurnal Warta, (April).
Miles, M. B. dan A. M. H. (1992). Qualitative Data Analysis: A Sourcebook of New Method. Terjemahan Tjetjep Rohendi Rohidi. Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber tentang Metode-metode Baru. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-PRESS).
Mongondow, B. (2022). Studi pemetaan sosial terhadap pengembangan masyarakat sektor pendidikan di desa lingkar tambang kabupaten bolaang mongondow. 3(1), 51–58. https://doi.org/10.53682/jpjsre.v3i1.3882
Ni Made Ayu Gemuh Rasa Astiti. (2018). Ilmu Peternakan. Denpasar: Universitas Warmadewa.
Nulhaqim, S. A., Hardhing, D., Irfan, M., & Jatnika, D. C. (2017). KONFLIK SOSIAL DI KAMPUNG NELAYAN : Studi Kasus Di Pantai Utara Kota Cirebon, Jawa Barat. Sosio Konsepsia, 6(2), 75–87. https://doi.org/10.33007/ska.v6i2.677
Palma, H. N. M. G. (2020). Dinamika Interaksi Antara Komunitas ( Studi Kasus Kampung Ivimahad ) Peternak , Pemilik Hak Ulayat Dan Pemerintah Dalam Pengembangan Sapi Umbaran.
Rijali, A. (2018). Analisis Data Kualitatif Ahmad Rijali UIN Antasari Banjarmasin. 17(33), 81–95.
Sinaulan, J. (2018). Perlindungan Hukum Terhadap Warga Masyarakat. Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, Vol. 04, 80.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.
Wawalintouan, K., & Tondano, K. (2022). Bentuk interaksi pada pedagang kaki lima di pasar tondano kelurahan wawalintouan kecamatan tondano barat. 3(1), 7–16. https://doi.org/10.53682/jpjsre.v3i1.3689
Published
2022-08-11
How to Cite
MESRA, Romi et al. Potensi Konflik Antara Pemilik Lahan dengan Pemilik Hewan Ternak di Nagari Bidar Alam. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, [S.l.], v. 8, n. 3, p. 789-798, aug. 2022. ISSN 2656-940X. Available at: <https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/911>. Date accessed: 28 sep. 2022. doi: https://doi.org/10.32884/ideas.v8i3.911.