Peran Anak Muda Setempat dalam Budaya Goba-Goba di Nagari Bidar Alam, Solok Selatan

  • Muhammad Fajar Hidayat IAIN Ambon
  • Romi Mesra Universitas Negeri Manado

Abstract

The role of local youth is very important and even has a main role, some activities certainly require strong energy and stamina which sometimes have to think and workday and night, maybe because of this, youth are at the forefront of implementing activities. The purpose of this study is to reveal the role of young people in the goba-goba culture in Nagari Bidar Alam, South Solok. The method used is a qualitative research method with observation and interview data collection techniques. Data analysis activities. Data reduction is an attempt to conclude the data, then sort it into certain concept units, categories, and themes. The results of data reduction are processed in such a way that the image is more complete. It can be in the form of sketches, synopsis, matrices, and others. This is very necessary for the presentation and confirmation of conclusions. The results of the research on the role of youth in this goba-goba tradition are; holding youth meetings, forming committees, raising funds, cleaning locations, finding and buying materials, making goba-goba instruments, establishing goba-goba, socializing to the community, and reviving or holding goba-goba traditions.


Peran pemuda setempat dalam pelaksanaan budaya Goba-Goba sangatlah penting bahkan memiliki peran utama. Beberapa kegiatan yang membutuhkan tenaga yang kuat serta stamina yang terkadang harus berpikir dan bekerja siang dan malam, kemungkinan besar membuat para pemuda berada di garis depan dalam pelaksanaan kegiatan. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap peran anak muda setempat dalam budaya Goba-Goba di Nagari Bidar Alam, Solok Selatan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Kegiatan analisis data yang dilakukan berupa reduksi data yaitu upaya untuk menyimpulkan data, kemudian mengurutkan ke dalam unit konsep tertentu, kategori, dan tema. Hasil reduksi data diolah sedemikian rupa sehingga gambar lebih utuh. Bisa dalam bentuk sketsa, sinopsis, matriks, dan lainnya. Hal ini sangat diperlukan untuk penyajian dan penegasan kesimpulan. Hasil penelitian peran pemuda dalam tradisi goba-goba ini yaitu mengadakan pertemuan pemuda, pembentukan panitia, mengumpulkan dana, membersihkan lokasi, mencari dan membeli bahan, membuat instrumen goba-goba, mendirikan goba-goba, mengsosialisasikan kepada masyarakat, dan menghidupkan atau menyelenggarakan tradisi goba-goba.


 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agung, D. A. G. (2021). Pembelajaran Sejarah Di Era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 4(1), 1. https://doi.org/10.17977/um0330v4i1p1-8
Aprilisa, H. A., & Setyawan, B. W. (2021). Makna Filosofis Tradisi Ambengan di Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha Bagi Masyarakat Tulungagung. Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial, Dan Budaya, 6(2), 153–161.
Gunawan, I. (2015). Kualitatif Imam Gunawan. Pendidikan, p. 143. Malang: FIP, Universitas Negeri Malang. Retrieved from http://fip.um.ac.id/wp-content/uploads/2015/12/3_Metpen-Kualitatif.pdf
Hasanah, N. dkk. (2021). PEngembangan Model Elaborasi untuk Membangun Konsep Sistem Pencernaan pada Manusia Melalui Multimedia Kelas XI. FKIP Universitas Tanjungpura Pontianak, 7(1), 37–72. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/269107473_What_is_governance/link/548173090cf22525dcb61443/download%0Ahttp://www.econ.upf.edu/~reynal/Civil wars_12December2010.pdf%0Ahttps://think-asia.org/handle/11540/8282%0Ahttps://www.jstor.org/stable/41857625
Inam, A. (2020). Peranan Pemuda dalam Pendidikan Sosial Kemasyarakatan. Intizam: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 3, 1–10.
Kistanto, N. H. (2017). Tentang Konsep Kebudayaan. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 10(2), 1–11. https://doi.org/10.14710/sabda.v10i2.13248
Lembang, Y. R., Maryam, L., & Gugule, H. (2020). Budaya gotong royong etnis toraja dalam membangun rumah adat tongkonan di lembang bau bullian massabu, kecamatan sangalla, kabupaten tana toraja. Jurnal Paradigma: Jurnal Penelitian Dan Pendidikan Sosiologi, 1(1), 20–24.
Luter, E. (2014). Fungsi Tradisi Goba-Goba Manyambut Hari Raya Idul Fitri Bagi Masyarakat Bidar Akam Kecamatan Angir Jujua Kabupaten Solok Selatan.
Miles, M. B. dan A. M. H. (1992). Qualitative Data Analysis: A Sourcebook of New Method. Terjemahan Tjetjep Rohendi Rohidi. Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber tentang Metode-metode Baru. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-PRESS).
Rijali, A. (2018). Analisis Data Kualitatif Ahmad Rijali UIN Antasari Banjarmasin. 17(33), 81–95.
Salem, V. E. T., & Mesra, R. (2020). Preservation of Local Language Culture in Toundanouw Village District Southeast Minahasa Regency. International Conference on Social Sciences (ICSS 2020), 473(Icss), 175–177. https://doi.org/10.2991/assehr.k.201014.039
Salsabila, R. Z. (2021). Tradisi Bajarahan Masyarakat Banjar Saat Idul Fitri Di Masa Pandemi Covid-19 Studi Kasus Kota Banjarmasin. Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 3(2), 44. https://doi.org/10.18592/msr.v3i2.5958
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R&D. Bandung: Alfabeta.
Yulita, O., Anwar, K., Putra, D., Isa, M., & Yusup, M. (2021). Akulturasi Budaya Pernikahan Minangkabau dengan Transmigrasi Jawa di Kabupaten Solok Selatan Sumatera Barat. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 7(2), 1. https://doi.org/10.32884/ideas.v7i2.333
Published
2022-08-25
How to Cite
HIDAYAT, Muhammad Fajar; MESRA, Romi. Peran Anak Muda Setempat dalam Budaya Goba-Goba di Nagari Bidar Alam, Solok Selatan. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, [S.l.], v. 8, n. 3, p. 1117-1125, aug. 2022. ISSN 2656-940X. Available at: <https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/949>. Date accessed: 28 sep. 2022. doi: https://doi.org/10.32884/ideas.v8i3.949.